Yuk, ke Lembur Saradan, Kampung Naga-nya Kota Bandung

  Minggu, 11 Desember 2016   Adi Ginanjar Maulana
Kampung Saradan. (ayobandung)
BANDUNG, AYOBOGOR.COM--Kampung Saradan di RW09 Kelurahan Cisurupan Kecamatan Cibiru Kota Bandung akan menjadi objek wisata mirip Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya pada tahun depan.
 
Lembur atau biasa disebut Kampung Saradan itu sekilas seperti kampung pada umumnya. Namun, kampung ini nantinya akan disulap jadi Kampung Naga-nya Kota Bandung. 
 
Ketua Kompepar Cibiru SAE Dawny Elang Iswanto mengatakan jika kampung tersebut memiliki keunikan tersendiri antara lain jarang tersentuh birokrasi, rumah berjumlah 7 unit, dan motor tidak bisa masuk.
 
"Kalau sama seperti Kampung Naga tidak semua, tapi di sini memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi modal jadi objek wisata baru di Kota Bandung," ujarnya saat berkunjung ke Lembur Saradan bersama Ayobandung, Sabtu (10/12/2016) sore.
 
Dawny menuturkan saat ini Lembur Saradan masih dalam tahap pembenahan seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga air dari sungai sekitar. Uniknya lagi, kampung tersebut merupakan salah satu daerah tangkapan air di Kota Bandung sehingga kejernihan air tetap terjaga.
 
“Soft launching-nya sudah dilakukan sekaligus penanaman pohon beberapa waktu lalu. Nah, rencana grand launching-nya tahun depan."
 
Kompepar sendiri bersama tim tengah membuat wisata edukasi pertanian dan peternakan di wilayah tersebut. Di samping itu, pengunjung akan disuguhkan pertunjukan seni daerah setempat seperti benjang, kecapi suling, dan lain-lain.
 
“Tempat tersebut sedang kami gambar atau konsep ulang terkait dengan kawasan Sunda-polis di Bandung timur,” tuturnya.
 
Dia menerangkan pengunjung yang datang tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Untuk menumbuhkan ekonomi lembur tersebut, pihaknya bekerja sama dengan tour and travel serta event organizer untuk menjadi guide paket wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
 
"Warga Lembur Saradan akan menyediakan makanan dan minuman khas Sunda jika pengunjung datang," katanya.
 
Selain itu, mereka akan membuat kerajinan tangan dari anyaman bambu seperti kipas.  
 
“Boleh dicek. Hampir semua tempat wisata di Indonesia selalu berbayar. Saya ingin mengubah konsep itu dengan memberdayakan perekonomian warga," ujarnya.
 
Sementara itu, sesepuh Lembur Saradan Asep Tatang menuturkan warga setempat sudah mengizinkan dan mendukung terlaksananya kampung tersebut untuk menjadi objek wisata. Saat ini, dua rumah sedang direnovasi dan dimodifikasi agar terkesan kampung. Ke depan akan dibangun alun-alun yang bisa menampung sekitar 200 orang.
 
“Tanah pesawahan milik Pemkot Bandung seluas 13 hektare (ha) di daerah ini akan tetap dijaga,” ujarnya. (Fajar) 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar