Bentrok Ojek Daring dan Angkot Kembali Pecah di Terminal Laladon

  Rabu, 22 Maret 2017   Andres Fatubun
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Gesekan yang melibatkan pengemudi ojek daring dan sopir angkot kembali terjadi di Bogor. Bentrokan kali ini pecah di sekitar Terminal Laladon, perbatasan Kabupaten dan Kota Bogor, Rabu (22/2/2017) sore.

Bentrokan mengakibatkan sejumlah angkot yang tengah mangkal di Terminal Laladon mengalami kerusakan. Pantauan AyoBogor, setidaknya empat unit angkot mengalami kerusakan.

Dua unit angkot trayek 02 jurusan Sukasari-Terminal Bubulak dan dua unit angkot trayek 05 jurusan Leuwiliang-Laladon mengalami pecah kaca hampir di seluruh bagian angkot.

Salah seorang perwakilan ojek daring, Afrisan, menuturkan bentrok bermula saat ribuan pengemudi ojek daring hendak bertolak ke Balai Kota Bogor, untuk melakukan mediasi dengan Pemerintah Kota Bogor. Sejumlah pengemudi yang berasal dari Kabupaten dan Kota Bogor ini kemudian diadang massa sopir angkot yang berada di Terminal Lalaldon.

"Kejadian dari anatara pukul 13.00 WIB atau pukul 14.00 WIB. Pelemparan batu. Ada yang kena motornya aja. Mungkun mereka membalas. Teman-teman kita dari ojek (daring) membalas serangan itu," sebutnya.

Sementara itu, versi sopir angkot, kejadian dipicu iring-iringan pengemudi ojek daring yang melakukan pelemparan batu. Selain melempar batu, lanjut Mahmud, massa ojek daring juga sempat berhamburan menyerbu terminal.

"Mereka turun. Enggak hanya ngelempar. Tapi juga nyerang pakai balok. Jumlah mereka banyak. Kita semua lari ke belakang," terangnya.

Kejadian tersebut sempat membuat situasi di sekitar Terminal Lalado tegang. Sejumlah pertokoan di kawasasan tersebut memilih tutup lebih awal. Polisi juga sempat memblokade arus alalu lalang kendaraan yang melintasi Jalan Raya Laladon.

Sejumlah anggota Polresta Bogor, Polres Bogor, serta TNI diturunkan untuk melakuan mediasi dan mengamankna situasi. Ribuan pengemudi ojek daring tersebut akhirnya meninggalkan Jalan Raya Laladon yang berada di sekitar terminal Laladon sekira pukul 16.30 WIB selepas mendapat pengawalan aparat kepolisian. Keterangan polisi, para pengemudi ojek daring bertolak menuju Balai Kota untuk menemui Wali Kota.

Kapolresta Bogor, Komisaris Besar Polisi Ulung Sampurna Jaya, menuturkan jerusuhan pecah akibat kesalahpahaman yang terjadi di antara kedua belah pihak. Ia mengaku bakal menindaklanjuti akar penyebab bentrokan kali ini.

"Saksi-saksinya akan kita periksa. Korbannya dari pihak angkot sendiri. Dalam hal ini pihak angkot juga belum ada yang melakukan pelaporan," imbuh Ulung.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar Polisi Dicky Pastika mengaku bakal mengantisipasi bentrok lanjutan. Ia bakal mengerahkan anak buahnya di sejumlah titik yang dinilai rawan.

"Sudah sejak dari kemarin kita menyebar personel di lapangan untuk antisipasi bentrok. Kemudian kita akan upayakan mediasi lagi untuk masalah angkot dan ojek online," kata dia. (Hengky Sulaksono)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar