Patroli Malam, Bima Bertemu Peminum Tuak di Taman Kencana

  Jumat, 21 April 2017   Asri Wuni Wulandari
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, bertemu dengan tiga pemuda peminum tuak, di Taman Kencana, Kamis (20/4/2017) malam. Bima tanpa sengaja menemui remaja-remaja tersebut. Saat itu, Bima tengah melakukan patroli dadakan, malam hari, ditemani petugas Polresta Bogor dan Satpol PP Kota Bogor.

Berdasarkan laporan warga yang kerap ia terima, Bima memutuskan melakukan patroli tersebut. Berdasarkan laporan yang sama pula, Bima mendatangi Lapangan Heulang, saat gelap, lantaran dinilai kerap digunakan tempat berkumpulnya pemuda penenggak minuman keras pada malam hari.

Tiba di Lapangan Heulang, Bima langsung melakukan penyisiran ke berbagai sudut. Beberapa kerumunan remaja ia temukan. Alih-alih pesta miras, Bima malah menemukan posko salah satu Organisasi Massa (Ormas) di Bogor yang berdiri di Lapangan Heulang. Posko tersebut, telah diminta untuk dibongkar beberapa waktu lalu.

"Kan, saya sudah pernah bilang sebelumnya, di sini tidak boleh ada ini. Saya minta malam ini juga dibongkar," kata Bima kepada salah satu anggota ormas di lokasi.

Selepas Taman Heulang, Bima mendatangi Lapangan Sempur. Tetap, tak ada miras yang ditemukan. Di sana, ia meminta para pemuda yang tengah berkumpul untuk tidak mengonsumsi minuman keras, menggelar balap liar, dan terlibat tawuran.

Lokasi selanjutnya, Bima dan petugas gabungan melakukan penyisiran di Taman Kencana. Di sinilah, pada akhirnya, Bima berjumpa dengan tiga orang pemuda yang tengah menenggak tuak.

"Kamu minum apa ini? Kok bau miras?" tanya Bima. Belum sempat dijawab, Bima memberondong, "Enggak boleh ini, dilarang!"

Saat diinterogasi, ketiga pemuda tersebut mengaku membeli tuaknya di daerah Taman Topi. Satu plastik tuak, ditukar dengan duit Rp20.000.

Berbekal informasi tersebut, Bima lantas mengunjungi lokasi yang dibocorkan pemuda peminum tuak. Benar saja, Bima dan rombongan menemukan puluhan botol ciu dan tuak dari tangan seorang pedagang.

"Ibu udah berapa lama jualan di sini? dapat dari mana ibu ini miras?" Bima bertanya, dengan sekaligus marah, sekali lagi. "Saya minta tutup dan Satpol PP angkut semuanya," Bima memerintah.

Tak rela barang miliknya hendak disita, ibu-ibu pedagang tersebut sempat melawan. Sempat terjadi cekcok dan dan saling dorong antara si ibu dan petugas, sebelum akhirnya petugas berhasil merampas puluhan botol ciu dan tuak.

Belum puas, serta mendapat informasi baru, Bima lantas bergerak menggerebek distributor di sekitaran Pasar Anyar. Sayang, usahanya kali ini sia-sia belaka. Toko keburu tutup, terkunci rapat-rapat. Malam keburu larut.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar