Hikayat Batik Angkot di Kota Sejuta Angkot

  Sabtu, 22 April 2017   Adi Ginanjar Maulana
Wali Kota Bogor Bima Arya (Instagram)

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Bogor dikenal dengan kota sejuta angkot. Lalu lalang angkot, utamanya di pusat kota, sudah menjadi pemandangan khas dan membekas bagi orang yang pernah singgah atau berdiam di Bogor. 

Tak sedikit di antara mereka yang berpendapat keberadaan angkot ini menjadi biang kemacetan. Namun di luar itu, angkot dan Bogor, seolah tak dapat dipisahkan. Keduanya saling menopang, membangun makna konotatif satu sama lain.

Saking kuatnya ikatan angkot dan Kota Bogor, membuat kemesraan kedua unsur in benar-benar sukar disangkal. Sekeras apapun, tetap saja sulit. Beberapa kali, Wali Kota Bogor, Bima Arya, terkesan menyimpan hasrat membabat citra yang kadung melekat tersebut. Namun, hasilnya, sejauh ini, sia-sia belaka.

Dalam sebuah kesempatan, Bima Arya, misalnya, pernah berujar dengan nada lantang, bahwa ia hendak menghilangkan citra Kota Bogor sebagai kota sejuta angkot. "Bogor dijuluki kota sejuta angkot, Bogor juga pernah dinilai menjadi kota paling macet sedunia. Meskipun saya tidak percaya. Saya ingin menghilangkan kesan itu," begitu kurang lebih Bima berucap.

Bima keberatan dengan status kota paling macet yang disandang Kota Bogor. Di waktu yang sama, Bima juga ingin menghilangkan julukan kota sejuta angkot, dengan kota seribu taman. Siasat tersebut konsisten ia jalankan. Sejumlah taman gencar dibangun. Tetap saja, seribu tak sebanding dengan sejuta. Ia tak mampu mendobrak kemapanan citra Kota Bogor sebagai kota sejuta angkot. Sekeras apapun ia menyangkal, Bima tetap saja tak bisa mengkhianati batinnya sendiri.

Hari ini, Sabtu (22/4/2017), orang nomor satu di Kota Bogor ini meresmikan peluncuran batik motif angkot yang dipatenkan pengusaha Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Handayani Geulis. Apa yang dilakukan Bima, alih-alih melemahkan, justru makin menguatkan citra Bogor sebagai kota seribu angkot yang kadung mapan tersebut.

Putra pemilik Batik Handayani Geulis, Georgian Marcello, membagi sedikit cerita di balik peluncuran batik angkot. Inspirasi utama batik angkot, sudah tentu datang dari citra Kota Bogor sebagai kota seribu angkot. Namun di luar itu, pemantik sekaligus inspirator produksi batik angkot tak bisa dilepaskan dari sosok Bima Arya.

Ia bercerita, peristiwa tersebut terjadi pada medio Oktober tahun lalu. Saat itu, dilaksanaan perayaan kecil-kecilan memeringati hari batik nasional. Batik Handayani Geulis mengundang Bima Arya untuk membumbui semarak. Saat itu, Bima membatik di atas kain kanvas. Benaknya tak bisa menyingkirkan angkot yang tengah hilir-mudik. Hingga muncullah coretan berupa angkot di atas kanvas lukis.

"Saat itu kami sedang menggelar sebuah event, untuk penggalangan dana. Kemudian yang mencetuskan ide batik angkot itu Kang Bima," kata Georgian kepada AyoBogor, Sabtu (22/4/2017).

Ia menguraikan, motif angkot yang diproduksi Batik Handayani Geulis benar-benar mirip dengan coretan batik Bima di atas kain kanvas. Pihak Batik Handayani Geulis hanya menerapkan sedikit modifikasi di sana-sini untuk mempercantik tampilan.

"Jadi gambar angkotnya dari Kang Bima, kami hanya menambahkan yang lainnnya," ujar Georgian.

Sebelum resmi diluncurkan, batik angkot telah diproduksi dengan beragam desain. Terdapat empat hingga lima desain batik angkot yang dimiliki Batik Handayani Geulis hingga saat ini. Seluruh desain batik, sempat dipamerkan di ajang fashion show dan dikenakan sejumlah jajaran Muspida Kota Bogor. "Kang Bima punya beberapa macam (batik angkot) yang dari kami."

Batik angkot tersbut juga sempat dipamerkan Bima dalam akun Instagram pribadinya. Dalam sebuah unggahan sekira Februari 2017 lalu, Bima tampil mengenakan atasan kemeja batik angkot sambil menunggangi sepeda di atas trotoar.

"Hari Jumat di Pemkot Bogor adalah hari batik. Saya doakan PNS yang pakai batik Bogor selalu sehat dan cepat naik pangkat. Ini Batik Angkot dari batik Bogor [email protected] Hatur Nuhun, geulis pisan," keterangan foto dalam akun @bimaaryasugiarto tersebut. 

Selain batik motif angkot, Batik Hadayani Geulis juga memproduksi beragam motif batik yang terinspirasi dari kearifan lokal Bogor. Beberapa di antaranya ialah motif tilu sauyunan (tiga serangkai: kujang, bunga bangkai, dan daun talas), kijang papasangan (sepasang kijang Istana Bogor), serta Bogor Pisan yang memunculkan berbagai ciri khas Bogor. Seluruh batik, kata dia, dijual dengan harga Rp145.000 hingga Rp425.000, dalam bentuk kemeja maupun potongan kain.

"Batik angkot itu penghargaan dari kami para pengrajin untuk sopir angkot yang sudah memutar roda kehidupan di Kota Bogor," kata Georgian.(Hengky Sulaksono)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar