Bus Pemicu Kecelakaan Maut di Puncak Tak Laik Jalan

  Minggu, 23 April 2017   Andres Fatubun
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Kondisi bus pariwisata HS Transport bernomor polisi AG-7057-UR, yang menjadi pemicu kecelakaan maut di Tanjakan Selarong, Jalan Raya Puncak, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu (22/4/2017), dinilai tidak laik jalan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Tomex Kurniawan mengatakan, berdasarkan keterangan yang ia peroleh, kondisi bus mengalami kerusakan. Bahkan, kata Tomex, sehari sebelum kecelakaan maut, bus sempat diperbaiki hingga pukul 02.00 WIB dini hari.

"Sehingga untuk dibilang laik, itu tidak bisa dipertanggung jawabkan," ujar Tomex kepada wartawan, selapas menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Minggu (23/4/2017).

Ia mengatakan, bus yang digunakan juga tidak memiliki surat uji kir (pengujian kendaraan bermotor). Selain itu sopir bus, BH (51) juga tidak mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Yang bersangkutan kita tetapkan sebagai tersangka. Dan juga, kalau dari keterangan, hasil alat bukti memenuhi, nanti korporasinya juga, pemilik angkutan, kita akan pidanakan," katanya menambahkan.

Kecelakan maut bermula saat sebuah bus HS Transport yang melaju dari arah Puncak menuju Gadog melintas Tanjakan Selarong. Dalam posisi menurun, bus yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak sejumlah kendaraan di hadapannya.

Hingga saat ini, jumlah korban tewas yang telah terkonfirmasi Polres Bogor mencapai empat orang. Keempat korban ialah Okta Riyansyah Purnama Putra (26) warga Kota Palembang, Jainudin, warga Kecamatan Sinar Galih, Kabupaten Bogor, Diana Simatupang (24) warga Tangerang, serta Dadang Sulaiman (45), yang menjabat sebagai Kepala Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. (Hengky Sulaksono)

 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar