Polisi Gunakan Pemindai 3D Saat Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak

  Selasa, 25 April 2017   Andres Fatubun
Ilustrasi.

BOGOR, AYOBOGOR.COM -- Aparat Kepolisian menggunakan teknologi pemindai tiga dimensi alias scanner 3D saat melakukan oleh tempat kejadian perkara kecelakaan maut di Tanjakan Selarong, Puncak, Kabupaten Bogor, Selasa (25/4/2017).

Kepala Sub Bidang Penyidikan Kecelakaan Lalu Lintas Direktorat Penengakan Hukum Markas Besar Polri Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Suhartono mengatakan, penggunaan alat tersebut dilakukan lantaran ketaktersedian kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.

"Dari hasil sementara penyelidikan, tidak ada CCTV. Sehingga kita membawa suatu alat, yaitu scanner 3D analisis kecelakaan lalu lintas," kata Dedy kepada wartawan, Selasa (25/4/2017) siang.

Ia mengklaim pemindai tiga dimensi tersebut dapat mengetahui rentetan momen sebelum, saat berlangsung, hingga selepas keclakaan. Pemindai juga dapat mengukur kecepatan serta kekuatan benturan kendaraan, sehingga polisi dapat melacak kendaraan yang mengakibatkan jatuhnya korban.

"Alat ini akurasinya 99%," katanya. "Untuk membuat sketsa TKP, sehingga hampir nyata (hasil rekaan) kejadian laka lantas tersebut," lata Dedy saat diminta menjelaskan lebih lanjut fungsi pemindai.

Terkait cara kerja, Dedy berujar, kepolisian melakukan pemindaian di sekitaran lokasi dan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut. Hasil pemindaian, imbuhnya, bakal meneluekan data. Ia juga menyebut jika kesimpulan hasil pemindaian bakal dikeluarkan dalam tempo satu hingga dua hari.

"Hasilnya akan digabungkan dengan hasil penyelidikan. Itu tentu sebagai upaya kita meyakinkan hakim untuk digunakan di pengadilan," kata dia. (Hengky Sulaksono)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar