DPR: Pemerintah Belum Menganggap Penting Riset

  Selasa, 25 April 2017   Adi Ginanjar Maulana
Logo LIPI

BOGOR, AYOBOGOR.COM--Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu menilai pemerintah belum manganggap penting budaya penelitian di tanah air. Hal tersebut salah satunya terlihat melalui kucuran anggaran riset yang belum sesuai ekspektasi.

Lembaga Ilmu Pengetahuan indonesia (LIPI), mengajukan pagu anggaran 2018 sebesar Rp2,8 triliun. Namun, kata Irawan, pembahasan di lingkup internal pemerintah mengarahkan pagu indikatif yang disetujui hanya mencapai Rp1,2 triliun.

"Saya masih menyimpulkan pemerintah masih belum menempatkan riset sebagai sesuatu yang penting. Saya kira kita harus belajar bahwa negara maju itu adalah yang kuat di dalam riset dan teknologi," katanya di Bogor, Selasa (25/4/2017).

Ia manambahkan, DPR bakal terus mendorong dengan cara mengomunikasikan perihal tersebut ke Kemenrerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) supaya ada keseimbangan antara riset dan pendidikan tinggi terjaga.

"Bahkan kita (sarankan) kalau boleh ada bagian riset masuk di dalam 20% yang diatur Undang-Undang untuk sektor pendidikan," katanya.

Selain anggaran, marjinalisasi sektor riset ini juga dilihat melalui macetnya program Seratus Taman Sains dan Teknologi. Menurutnya, tidak berjalannya program tersebut salah satunya disebabkan faktor inkonsistensi pemerintah.

Ia juga menilai pengarusutamaan riset menjadi penting untuk mendongkrak produktivitas di sektor tertentu. Ia mencontohkan, keberadaan Balai Benih Ikan di daerah pemilihannya, Pulau Samosir. Setelah Balai tersebut dikelola LIPI, produktivitas benih ikan meningkat hingga 240 kali lipat.

"Pada saat ditangani Pemda, Balai Benih Ikan itu hanya menghasilkan 10.000 benih. Setelah ditangani LIPI, setahun 2,4 juta benih," ujarnya.

Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, pihaknya kerap kesulitan bersiasat dalam memprioritaskan sektor penelitian. Sedangkan pemerintah menghendaki penelitian LIPI mesti sebangun dan menopang program nasional.

Soal anggaran, juga menjadi masalah utama. Ia menyebut struktur anggaran yang dimiliki LIPI tidak sehat. Pasalnya, di dalam anggaran LIPI tahun 2017 yang hanya sekira Rp1,1 miliar, porsi duit penelitian hanya mencapai kurang dari Rp400 miliar.

"Idealnya anggaran penelitian itu seharusnya lebih besar atau sama dengan anggaran rutin dan anggaran operasional LIPI," kata dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar