Pelajar di Kabupaten Sukabumi dapat 1.000 Kartu Identitas Anak

  Rabu, 26 April 2017   Asri Wuni Wulandari
Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, membagikan Kartu Identitas Anak kepada sejumlah siswa SD di Lapangan Selabintana Conference Resort, Kabupaten Sukabumi, Kamis (26/4). (AyoBogor/Hengky Sulaksono)

SUKABUMI, AYOBOGOR.COM -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sukabumi membagikan 1.000 Kartu Identitas Anak terhadap sejumlah pelajar di Lapangan Selabintana Conference Resort, Kabupaten Sukabumi pada Rabu, 26 April 2017.

Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Muhammad Masduki, mengapresiasi penerbitan KIA tersebut. Menurutnya, KIA ini dapat memberikan berbagai kemudahan administratif kepada anak.

"Prinsipnya untuk mempermudah akses kepada lembaga pelayanan publik," kata Masduki kepada wartawan di sela-sela kegiatan Peluncuran 1.000 KIA di Sukabumi, Rabu (26/4/2017).

Masduki mengatakan, KIA berfungsi sebagai penanda identitas anak. Selain itu, KIA memiliki berbagai fungsi lain laiknya e-KTP, di antaranya, persyaratan mendaftar sekolah, membuka rekening bank, mendaftar BPJS,  pembuatan dokumen keimigrasian, serta mencegah terjadinya perdagangan anak.

Di samping fungsi-fungsi tersebut, kata Masduki, kartu ini juga bakal membantu anak membentuk azas kemandirian. Dengan fungsi yang melekat pada kartu, anak-anak bisa menggunakannya secara mandiri. "Misalnya sudah kelas 6 SD, dia sudah berani ke Puskesmas sendiri dengan membawa kartu itu," tambahnya.

Setiap anak berusia 0-17 tahun dapat memperoleh KIA dengan persyaratan menyerahkan akta kelahiran. KIA juga diwacanakan bakal menjadi pengganti akta kelahiran sebagai syarat administratif pendaftaran sekolah.

"Ke depan, bertahap akan kita tata terkait dengan sektor yang lain, supaya kita pararel," kata Masduki.

Selain itu, Masduki juga mengapresiasi pembagian 100.000 akta kelahiran yang dilakukan Disdukcapil Kabupaten Sukabumi. Menurutnya pembagian akta kelahiran ini sekaligus menandai pelampauan target penerbitan akta kelahiran secara nasional.

"Kami dari pusat sangat mengapreaiasi. Ini merupakan sebuah prestasi untuk Kabupaten Sukabumi, harusnya tahun 2018 itu 85% (akta kelahiran), tapi sekarang ternyata sudah 92%," ujar Masduki.

Wakil Bupati Sukabumi, Adjo Sardjono, mengharapkan prestasi tersebut dapat menjadi pemantik jajaran Disdukcapil Kabupaten Sukabumi untuk memberikan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih baik.

"Mudah-mudahan tekadnya Disdukcapil ini one day services bisa dilaksanakan, sehingga pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sukabumi bisa lebih baik," kata dia.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar