Polres Sukabumi Kota Luncur e-Moci dan Kawan-kawan

  Jumat, 28 April 2017   Asri Wuni Wulandari
Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan (kiri) bersama istri, Maskot e-Moci (tengah), serta Kapolres Sukabumi Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi Rustam Mansuur (kanan), saat peluncuran aplikasi e-Moci, BISA, dan Banglan, di Markas Polres Sukabumi Kota, Kamis (27/4). (AyoBogor/Hengky Sulaksono)

SUKABUMI, AYOBOGOR.COM -- Polres Sukabumi Kota meluncurkan aplikasi e-Moci alias Electronic Mobile Centre and Information dan beberapa inovasi lainnya di Markas Polres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan pada Kamis, 27 April 2017.

E-Moci merupakan aplikasi daring yang berisi tentang informasi pelayanan lalu lintas, orang hilang, pengaduan, hingga identitas pelaku kejahatan yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Polisi.

Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Anton Charliyan mengatakan, e-Moci merupakan aplikasi daring yang menjadi salah satu contoh program profesional, modern, terpercaya (Promoter) andalan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian.

"Ini merupakan salah satu upaya Polri dalam rangka (program) Promoter (profesional, modern, dan terpercaya). Karena dari salah satu Promoter Kapolri adalah pelayanan masyarakat melalui basis IT (teknologi informasi). Dan ini sudah dijawab oleh Polres Sukabumi Kota," kata Anton, saat meresmikan rilis aplikasi, Kamis (27/4).

Selain e-Moci, Polres Sukabumi Kota juga merilis dua inovasi lainnya, yakni tombol Briliant Inovatif, Speed and Accountable (BISA) dan Pengembangan Aplikasi Jaringan Kepolisian (Banglan).

Tombol BISA bahkan terpilih menjadi Top 99 kompetisi Inovasi Pelayanan Publik 2017 yang diadakan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) RI.

Bersama Polres Brebes, inovasi bikinan Polres Sukabumi Kota ini menjadi satu dari dua wakil Polri dalam Top 99 ini. Mereka terpilih dari  total 3.054 inovasi yang didaftarkan dalam ajang tersebut.

Tombol BISA ini diletakkan di sejumlah objek vital yang dianggap rawan, seperti bank, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan lain-lain.

"Ini sudah mendapat apresiasi dari Menteri PAN RB. Di Polri, hanya ada dua yakni dari Sukabuni dengan Brebes," katanya.

Anton mengatakan, berbagai jenis inovasi ini sangat dimanfaatkan untuk mempermudah pelayanan kepolisian di ruang publik. Anton juga menilai keberadaan apikasi ini juga dapat mempersempit kemungkinan tindak koruptif di lingkungan aparat kepolisian. Pasalnya, keberadaan aplikasi dapat interaksi polisi dengan warga yang memiliki niatan tertentu.

"Nanti kalau ini bagus, akan dijadikan pilot project untuk Polres lainnya," kata dia.

(Hengky Sulaksono)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar