Pemkab Bogor Bentuk Tim Terpadu untuk Atasi Kekeringan

  Jumat, 16 Agustus 2019   Fira Nursyabani
Warga beraktivitas di Situ Cibinong yang airnya menyusut di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/7/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah membentuk tim khusus untuk menangani bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memprediksi kemarau panjang di wilayah tersebut akan berlangsung hingga akhir Oktober 2019.

"Tadi sepakat dibentuk tim terpadu untuk menyusun blue print penanganan bencana daerah ke depan. Saya minta ke Pak Yani Hassan (Kepala BPBD Kabupaten Bogor) draft SK-nya paling cepat Agustus ini sudah jadi," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Burhanudin di Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia, tim dari berbagai unsur yang terkait dengan bencana kekeringan ini tidak hanya bekerja mengatasi kekeringan di tahun ini, melainkan juga menangani kekeringan jangka menengah, hingga jangka panjang.

Beberapa instansi yang akan masuk ke dalam tim ini seperti BPBD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Sekretariat Daerah (Setda), serta yang lainnya.

"Kita minta BPBD membentuk SK tim semacam blue print untuk menangani kekeringan. Ini harus ada kebijakan yang komprehensif, kita akan mencoba menyusun blue print," kata Burhanudin.

Ia mengatakan bahwa Pemkab Bogor memerlukan solusi mengenai bencana kekeringan. Pasalnya, jumlah manusia terus bertambah di lahan Kabupaten Bogor yang terbilang terbatas. Burhan khawatir lahan-lahan pertanian yang mengering, malah diubah pemanfaatannya.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hassan, menyebutkan bahwa hingga tanggal 10 Agustus 2019 ada sebanyak 31 desa yang tersebar di 17 kecamatan Kabupaten Bogor mengalami kekeringan.

"Prediksi jumlah kecamatan (terdampak kekeringan) bertambah, jumlah desa juga bertambah. Paling parah di Kecamatan Jonggol dan Parungpanjang," ujar Yani Hassan.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar