Curhat Eks Driver Taksi Online Cantik yang Sering Digoda Penumpang

  Rabu, 04 September 2019   Nur Khansa Ranawati
Mantan pengemudi taksi online asal Kota Bandung, Brenda Irene Madeline. (Nur Khansa/ayobandung)

BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Meski saat ini telah banyak jenis pekerjaan yang biasa dilakoni laki-laki maupun perempuan tanpa pandang bulu, namun tak bisa dipungkiri, beberapa jenis pekerjaan masih ada yang diidentikan sebagai 'lahan spesialisasi'gender tertentu. 

Salah satunya adalah pekerjaan sebagai sopir. Hingga saat ini, sopir kendaraan umum konvensional maupun berbasis daring mayoritas didominasi laki-laki.

Oleh karena itu, bagi perempuan, melakoni pekerjaan tersebut dapat dibilang penuh tantangan. Tak terkecuali untuk para pengemudi taksi online di Kota Bandung. Mulai dari dipandang sebelah mata, hingga mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari sebagian pelanggan.

Mantan pengemudi taksi online asal Kota Bandung, Brenda Irene Madeline (32) termasuk salah seorang yang sering mendapat pengalaman tak mengenakkan. Dirinya yang saat ini telah bekerja penuh waktu di salah satu perusahaan swasta di Kota Bandung tersebut mengatakan telah bekerja sebagai driver selama 2 tahun sejak 2016.

"Banyak banget yang suka iseng, hampir selalu. Kalau dipersentasekan, 70% dari penumpang yang saya tarik itu pernah ngegodain. Padahal penampilan saya juga biasa aja," ungkapnya pada Ayobandung.com, Rabu (4/9/2019).

Salah satu yang paling sering dialami, Brenda mengatakan adalah ditanyai soal status hubungan. Tak hanya secara spontan saat berkendara, namun juga hingga berlanjut ke pesan singkat.

"Kalau ngomong langsung, contohnya banyak yang nanya, sudah punya pacar belum. Atau, masa secantik ini belum nikah. Banyak juga yang suka nge-chat ngajak jalan, neleponin atau cari-cari perhatian," ungkapnya.

Masalah menghubungi via pesan singkat dan teror telepon yang kerap dialami diakui membuatnya tidak nyaman. Sehingga, dirinya harus memisahkan handphone untuk bekerja dan urusan pribadi.

"Malah ada juga yang pernah ngajak ke luar kota dan bilang hotelnya barengan. Itu kan jelas udah enggak bener banget. Makanya saya punya nomor untuk kerja dan untuk pribadi. Sampai ditelponin terus itu kan serem," ungkapnya. 

Selain hal-hal di atas, dirinya juga mengaku sering mendapati penumpang pria yang meminta untuk menggantikan kemudi ketika mengetahui bahwa sopir mereka adalah perempuan. Padahal, dia mengatakan, perempuan pun tetap harus menjaga profesionalitasnya dalam bekerja.

"Banyak yang nawarin gantiin nyetir, mereka masih memandang gender. Karena mereka laki-laki dan saya perempuan jadi dianggap lebih baik mereka yang menyetir. Ya saya kan juga harus profesional," ungkapnya. 

Pengalaman kurang mengenakkan, Brenda menuturkan, selama ini tak hanya didapat dari penumpang pria. Meski tidak dalam bentuk pelecehan, namun penumpang wanita pun kerap didapati melontarkan hal-hal bernada 'nyinyir'pada dirinya.

AYO BACA : Mitos di KM 90 Tol Cipularang, Kucing Hitam dan Wanita Berbaju Putih

"Sering penumpang perempuan itu nanya, 'cuma iseng aja ya mbak' atau 'biar banyak kenalan aja ya mbak', padahal saat itu saya sedang kuliah dan saya narik benar-benar untuk biaya kuliah agar enggak nyusahin orang tua," jelasnya.

Menghidupi Diri dan Keluarga
Cerita Brenda berupaya menuai rezeki dari bekerja sebagai pengemudi juga banyak dialami perempuan lainnya. Salah satunya adalah Ira Marcellia Citra, pengemudi ojek online asal Kota Bandung. Dirinya yang juga telah menjadi driver sejak 2016 tersebut bekerja siang malam untuk menafkahi kedua anaknya, Callista (10) dan Dave (9).

Marcellia telah terbiasa berjuang sebagai single parent selepas bercerai dengan suaminya delapan tahun lalu. Sehari-hari, dirinya  mencari penumpang saat anak-anaknya bersekolah dan selepas menjemput mereka pulang.

"Pagi-pagi antar anak dulu ke sekolah, terus narik, pulang lagi saat jamput anak pukul 12.00 WIB," ungkapnya sebagaimana yang telah dimuat Ayobandung.com, Kamis (24/1/2019). 

Tak hanya itu, kisah perempuan  pengendara angkutan kota jurusan Cicaheum-Ciwastra juga sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial. Dalam video yang salah satunya diunggah akun resmi Instagram RTMC Ditlantas Polda Jabar, Rabu (28/8/2019), nampak seorang ibu tengah mengendari angkot dengan bayi mungil tertidur di jok depan. 

Di dasbor angkot tersebut juga nampak terlihat beberapa perlengkapan bayi seperti botol susu dan dot bayi. Sejumlah petugas kepolisian yang tengah bertugas di lokasi tempat sopir tersebut diberhentikan, turut memberikan apresiasi.

"Hati-hati, bu. Inilah perjuangan seorang ibu," ujar seorang petugas kepolisian dalam video tersebut.

Jaga Keamanan Diri
Upaya menafkahi diri dan keluarga dengan bekerja sebagai sopir tersebut tentu perlu dibarengi dengan kemampuan untuk menjaga keselamatan diri. Dalam bidang pekerjaan ini, perempuan masih tergolong ke dalam kelompok rentan pelecehan. 

Brenda kala itu senantiasa membekali dirinya dengan sebilah tongkat baseball yang ditaruh di bawah jok depan penumpang. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pertahanan diri bila hal-hal yang tak diinginkan terjadi.

"Kalau saya dulu selalu taruh tongkat baseball di bawah jok di sebelah kiri, biar kalau mau ngambil enggak susah. Secara fisik perempuan mungkin akan kalah, makanya saya bawa itu untuk pertahanan diri, enggak perlu senjata tajam," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga menyarankan para pengendara sopir online perempuan untuk dapat menyesuaikan diri dan penampilan saat bekerja. Tidak menggunakan aksesori yang berlebihan menjadi salah satu kuncinya.

"Jangan pakai sesuatu yang mencolok, saya pun ketika narik dengan jalan-jalan, pakai stelan yang berbeda," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar