Indonesia vs Thailand, Duel Panas di Lini Tengah

  Selasa, 10 September 2019   Andres Fatubun
Indonesia vs Thailand di laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. (@PSSI)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Duel 'panas' di lini tengah kemungkinan besar tersaji dan bisa menjadi penentu dalam laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia antara tim nasional Indonesia versus Thailand, Selasa (10/9).

Kedua kesebelasan memiliki deretan gelandang dengan kualitas mumpuni yang bisa menjadi pembeda dalam pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai pukul 19.30 WIB itu.

Kubu Thailand memiliki gelandang serang bertinggi badan tidak sampai 160 centimenter Chanatip Songkrasin yang perannya nyaris tidak tergantikan di skuat berjuluk Gajah Perang.

Gerakannya lincah, visinya bagus dan piawai dalam memberikan assist. Tidak heran Chanatip juga menjadi pilihan utama di klubnya Hokkaido Consodale Sapporo di Liga Jepang atau J-League.

Kapasitas pemain berusia 25 tahun yang kerap dijuluki 'Messi dari Thailand' untuk mengobrak-abrik pertahanan Indonesia sangat diharapkan oleh pelatih timnas Thailand Akira Nishino.

Apalagi Thailand sedang seret 'striker'. Hanya ada seorang penyerang murni di skuat mereka yakni Supachai Jaided yang baru berusia 20 tahun.

Dalam pertandingan menghadapi Vietnam di laga perdananya di Grup G yang berakhir 0-0, Nishino bahkan harus memajukan Supachok Sarachat, yang berposisi asli gelandang serang, menjadi penyerang.

Kondisi kekurangan striker dapat membuat Thailand menumpuk empat sampai lima pemain di lini tengah.

Hal ini tentu harus diwaspadai oleh tim nasional Indonesia yang dilatih Simon McMenemy.

Saat dikalahkan Malaysia dengan skor 2-3 di SUGBK, Kamis (5/9), sektor tengah Indonesia menjadi yang paling banyak mendapatkan sorotan terutama di babak kedua setelah Zulfiandi digantikan oleh Rizky Pellu.

Padahal, Zulfiandi tampil solid di sisi Evan Dimas dalam formasi 4-2-3-1. Pemain asal Aceh itu menjadi penyeimbang yang baik dan berhasil membawa Indonesia unggul 2-1 atas Malaysia di paruh pertama laga.

Zulfiandi pantas mendapatkan kesempatan di 'starting eleven' kontra Thailand. Kiprah pesepak bola berusia 24 tahun itu sebagai pemutus serangan dapat membuat pemain kreatif seperti Evan Dimas leluasa mengalirkan bola.

Harapan lebih diarahkan pula ke gelandang serang Indonesia Stefano Lilipaly yang seperti 'melempem' saat bersua Malaysia. Tidak banyak kontribusi penting yang bisa diberikannya dalam laga tersebut.

Akan tetapi, publik tahu bahwa itu bukanlah kemampuan sebenarnya dari Stefano Lilipaly. Laga melawan Thailand mungkin bisa menjadi pembuktian sang pemain berdarah Belanda.

Apalagi, posisinya serupa dengan Chanatip Songkrasin. Lilipaly tentu tidak mau performanya tenggelam di dalam bayang-bayang Chanatip saat kedua tim bertemu.

Stefano Lilipaly akan menjadi sentral di serangan Indonesia. Dia penghubung lini bertahan ke penyerangan, membuka ruang untuk penyerang tengah yang kemungkinan besar kembali diisi Alberto 'Beto' Goncalves dan memberikan bola-bola ke sektor sayap di mana pemain cepat seperti Saddil Ramdani dan Andik Vermansah berada.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar