Rambut Bayi Rontok Hubungannya dengan Hormon

  Senin, 23 September 2019   Republika.co.id
ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Awal-awal kelahiran bayi dipastikan penuh dengan perubahan. Bahkan setelah beberapa bulan, rambut bayi yang dulunya lebat akan menjadi tipis dan tidak rata atau bahkan hampir botak.

Kerontokan rambut bayi jarang menjadi perhatian. Namun faktanya, kerontokan rambut seorang bayi, bisa diartikan bahwa ia telah melakukan penyesuaian besar terhadap kehidupan di luar rahim.

"Pergeseran hormon besar terjadi dalam tubuh bayi setelah mereka lahir, hal itu dapat menyebabkan semua rambut mereka memasuki fase istirahat pada saat yang sama," ujar seorang dokter anak di University of California, Sage Timberline seperti dilansir livescience, Senin (23/9).

Timberline menambahkan, baik ibu dan bayi mengalami perubahan hormon yang besar selama persalinan. Beberapa hormon tersebut juga diketahui membantu pembuluh darah bayi berkembang dan memastikan bahwa organ-organ bisa menerima darah yang cukup selama persalinan hingga setelah tali pusar dipotong.

Sambung dia, satu hormon yang disebut kortisol, membantu paru-paru bayi menjadi lebih matang. Sehingga memungkinkan mereka mengambil napas pertama. Menurut dia, ini juga membantu tubuh bayi untuk menghasilkan energi dan panasnya sendiri.

Sedangkan pada orang dewasa, kortisol berperan dalam beragam fungsi fisiologis, mulai dari mengatur metabolisme hingga memicu respons. Hormon ini juga dianggap sebagai hormon stres. Selama masa stres, kortisol membantu mengarahkan energi ke fungsi-fungsi vital dan jauh dari tugas-tugas yang kurang penting.

Timberline mengatakan, stress dapat memicu kortisol, di mana hal tersebut dapat menyalurkan energi pada perubahan perkembangan yang lebih penting untuk bertahan hidup, hal tersebut juga menjauhkannya dari fungsi yang tidak penting seperti pertumbuhan rambut pada bayi.

"Persalinan membuat bayi stres," kata Timberline.

Rambut bayi yang tumbuh saat kelahiran dan rontok kemudian hari dikarenakan sedang dalam fase istirahat. Hal tersebut akan berlangsung hingga berbagai masukan nutrisi bagi bayi tersedia.

Rambut bayi biasanya mulai rontok pada usia delapan hingga 12 minggu, dan mulai tumbuh kembali pada usia tiga hingga tujuh bulan.  Namun baru sekitar dua tahun rambut yang lebih tebal muncul. Waktu dan pola spesifik dari kerontokan dan pertumbuhan rambut tergantung pada beberapa faktor, termasuk jenis kelamin, etnis, genetika, kondisi kelahiran dan nutrisi bayi.

Meskipun sudah ada penjelasan ilmiah, kini masih banyak yang memotong rambut bayi agar kemudian dipercaya bisa tumbuh lebih tebal, hal tersebut tentu merupakan hal yang tidak benar. Sebab, ujung rambut bayi hanya akan meruncing. Pemotongan tersebut hanya akan membuat rambut tersebut tampak lebih gelap dan tebal.

Katie juga mengatakan, warna dan tekstur rambut bayi dapat berubah beberapa kali selama beberapa bulan atau di tahun pertama. Namun demikian, sulit untuk memprediksi bagaimana dan kapannya.

"Yang bisa kita lakukan adalah menikmati setiap gaya rambut selama itu berlangsung," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar