Bogor Bahas Pembiayaan Trem dengan PT INKA

  Senin, 21 Oktober 2019   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya. (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya menyambangi PT INKA di Jalan Yos Sudarso, Madiun, Jawa Tengah, akhir pekan lalu. Pertemuan tersebut mendiskusikan beberapa poin, yakni skema public service obligation (PSO), estimasi investasi, dukungan stakeholder hingga kesiapan Pemkot Bogor dan PT INKA dalam menggarap proyek ini.

Bima Arya, mengatakan penataan transportasi merupakan salah satu program prioritas Pemkot Bogor. Menurutnya, trem bisa menjadi pilihan karena dinilai sesuai kebutuhan. 

"Selain kebutuhan transportasi massal di Kota Bogor, juga ada kebutuhan konektivitas transportasi Jabodetabek. Lalu, kalau LRT lancar, 1-2 tahun lagi pasti akan masuk Bogor. Ketika LRT itu masuk, kalau sistem transportasi kita masih seperti sekarang, bisa chaos. Kami harus akselerasi cepat. Jadi ketika LRT masuk, sistemnya sudah siap, feeder-nya juga siap, konektivitasnya juga siap," kata Bima, Senin (21/10/2019).

AYO BACA : Flyover RE Martaditana Diresmikan Akhir Tahun

Dia mengatakan saat ini selain kajian, yang harus serius dibahas adalah mengenai skema pembiayaan. 

"Harus diputuskan segera adalah skema pembiayaan. Pak Ketua Dewan tentunya paham bagaimana kondisi keuangan kita. Masih mungkin kita mengalokasikan puluhan miliar, tapi kalau sudah 100 miliar ke atas sepertinya agak sulit. Kita juga akan pelajari kemungkinan skema lain yang ditawarkan Dirjen Perkeretaapian," kata Bima.

Direktur Utama PT INKA Budi Noviantoro mengaku sangat menyambut baik upaya Pemkot Bogor dalam penataan transportasi berbasis rel ini. 

AYO BACA : Empat Pihak Lakukan Kajian soal Trem Bogor

"Kami siap menjadi operator tram di Kota Bogor dengan opsi skema investasi. Sarana oleh INKA, prasarana bisa konsorsium dengan KCI (Kereta Commuter Indonesia), BUMD, Colas," ujar Budi.

Budi menambahkan, PT INKA juga menyiapkan tiga alternatif investasi dan usulan kerjasama. Alternatif pertama, sarana (Rp 90 miliar) dan prasarana (Rp 97 miliar) oleh Pemkot Bogor. Sementara operasional oleh PT INKA sebesar Rp 32 miliar dengan kenaikan sekitar 15 persen per 2 tahun. 

"Biaya operasional akan dikonversi menjadi tarif tiket dengan estimasi Rp 4.000 per trip," katanya.

Alternatif kedua, Pemkot Bogor membangun Prasarana, sedangkan PT INKA menyediakan sarana dan operasional. Ada pun estimasi tiket sekitar Rp6.000. Alternatif ketiga, PT INKA menyiapkan seluruhnya mulai dari sarana, prasarana dan operasionalnya. Adapun estimasi tiket yang akan dibebankan adalah Rp9.000.

"Untuk sarana, estimasi harga per tramset Rp22 miliar atau rata-rata harga Rp7,5 miliar per car. Untuk prasarana Rp12 miliar per kilometer (tidak termasuk peralatan persinyalan)," katanya.

AYO BACA : Bogor Lirik PT INKA Bangun Jalur Trem

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar