Gojek Latih Ratusan Ibu-ibu di Bogor Sukses Berbisnis

  Kamis, 07 November 2019   Husnul Khatimah
Head Regional Corporate Affairs Gojek, Wildan Kesuma, bersama peserta pelatihan Gojek Wirausaha khusus bagi anggota Muslimat NU di Bogor. Kamis (7/11/2019). (ayobogor/Husnul Khatimah)

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR.COM -- Sebagai upaya meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta memberikan peluang pendapatan tambahan bagi kaum perempuan di Bogor, Gojek menggelar pelatihan Gojek Wirausaha.

Sejak diluncurkan tahun lalu, Gojek Wirausaha telah melatih lebih dari 15 ribu UMKM di 16 kota di indonesia, melalui kolaborasi dengan 26 komunitas dan institusi pemerintah. Bogor merupakan kota ke-10 untuk pelatihan Gojek Wirausaha khusus bagi anggota Muslimat NU.

Bekerja sama dengan Muslimat Nahdlatul Ulama (MNU) serta badan otonom Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), pelatihan Gojek Wirausaha di Bogor diikuti oleh 100 perempuan anggota MNU.

Head Regional Corporate Affairs Gojek, Wildan Kesuma, mengatakan melalui pelatihan ini diharapkan perempuan binaan MNU menjadi handal dalam memanfaatkan teknologi untuk berusaha.

Menurut Wildan selama ini, batasan bagi perempuan untuk mengembangkan usahanya adalah mindset. Banyak diantara mereka yang menjalankan bisnis hanya demi mendukung ekonomi keluarga. Padahal kata Mildan perempuan Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk memajukan perekonomian melalui wirausaha. 

"Penting untuk memberikan pelatihan agar mereka dapat memanfaatkan peluang bisnis yang ada. Gojek Wirausaha secara khusus dikembangkan oleh Gojek untuk mengakselerasi UMKM supaya naik kelas dengan memanfaatkan teknologi," ujar Wildan, Kamis (7/11/2019).

Bertemakan ‘Cerdas Memulai Usaha’, Gojek Wirausaha berbagi tips untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan sesi berkonsultasi bagi peserta untuk langsung mendaftarkan usaha mereka di platform Gojek. 

Peserta pelatihan bisa bergabung menjadi merchant GoFood untuk memperluas jangkauan pasar kuliner, GoPay untuk membuat pembayaran semakin mudah dan transparan, serta Arisan MAPAN untuk merencanakan dan mewujudkan barang impian melalui metode arisan. 

AYO BACA : Pemkot Bogor dan Go-Jek Bakal Bangun Shelter Penumpang

Wildan mengatakan kesempatan ini diberikan agar pelaku UMKM perempuan ini bisa langsung memasarkan, menjual, dan mengembangkan usahanya secara digital. 

"Banyak manfaat dirasakan oleh UMKM yang bergabung dengan ekosistem Gojek. Riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) mengungkapkan 93% mitra UMKM GoFood mengalami peningkatan volume transaksi, dan 85% mitra UMKM menginvestasikan kembali hasil penjualan di GoFood ke dalam usaha mereka, hal ini memicu mereka untuk terus 
mengembangkan bisnis dan menjadi naik kelas," ungkap Wildan.

Dia megatakan kolaborasi kuat dengan Nahdhlatul Ulama kerja sama dengan NU tidak terbatas pada pelatihan wirausaha, tetapi juga sedekah digital dengan GoPay. 

“Gojek berkontribusi dalam dua hal utama, meningkatkan daya saing UMKM binaan Muslimat NU melalui pelatihan Gojek Wirausaha, serta mendukung digitalisasi ekosistem Nahdlatul Ulama melalui GoPay. Dengan teknologi kami, Gojek membantu UMKM memperluas pasarnya, membantu pembukuan keuangan, meningkatkan inklusi keuangan, serta menekan biaya operasional dengan adanya layanan yang kebih efisien,” jelas Wildan.

Sementara itu, Siti Aniroh Slamet Effendy, Ketua IV Muslimat NU yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi kerja sama yang dilakukan GOJEK dengan 
Muslimat NU. 

Menurut Siti, misi Gojek untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang positif bagi pengguna sejalan dengan Muslimat NU untuk menjadi wadah peningkatan peran wanita dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan potensi dirinya. 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota kami yang kebanyakan merupakan ibu-ibu beserta keluarganya dapat membantu perekonomian Bogor serta akan meningkatkan penguatan peran perempuan sebagai pelaku UMKM," kata Siti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar