Proyek Kolam Retensi Bogor Pencegah Banjir Jakarta Tak Sesuai Target

  Selasa, 12 November 2019   Husnul Khatimah
Progres proyek pembangunan kolam retensi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor tidak berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Hal ini diketahui usai Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR UTARA, AYOBOGOR.COM -- Progres proyek pembangunan kolam retensi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor tidak berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Hal ini diketahui usai Wali Kota Bogor, Bima Arya melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan.

Hasil sidak, Bima menemukan bahwa terjadi deviasi sekitar 6% terkait progres pembangunan yang harusnya bisa diselesaikan.

"Saya cek per hari ini sudah 47% pembangunannya, memang masih ada deviasi sekitar 6% dari target yang harusnya bisa tercapai per hari ini," ujar Bima, Selasa (12/11/2019).

Menurut Bima,  progres pembangunan kolam dengan nilai proyek sekitar Rp9 miliar ini tak berjalan sesuai target sebab terkendala cuaca saat hujan yang membuat pekerja tak bisa melanjutkan pekerjaan.

Meski progres pekerjaan melenceng, namun Bima meminta agar pembangunan kolam retensi ini tetap rampung sesuai target yakni akhir Desember. Hal ini agar kolam bisa difungsikan pada awal tahun 2020.

"Saya minta untuk betul-betul akselerasi tepat waktu, mengejar waktu pembangunan, pelaksana (proyek) kegiatan optimis (sesuai target). Saya minta pengawas terus monitor, lurah camat juga mengawasi agar pekerjaan tepat waktu," kata Bima.

Dia mengatakan, jika telah dioperasikan kolam retensi yang pembiayaannya dibantu oleh Pemprov DKI Jakarta ini akan dapat berkontribusi mencegah banjir di Ibu Kota dengan cara menahan laju air dari Sungai Ciheleut dan Sungai Tanah Baru.

"Jadi, fungsinya untuk mengelola volume air supaya tidak banjir di beberapa titik di Bogor Utara dan mengurangi volume air yang mengalir ke Jakarta. Ini direncakan volume air yang bisa ditahan disini bisa mencapai 16.000 - 21.000 kubik jadi bukan hanya mencegah banjir disini tapi juga berkontribusi untuk mencegah banjir Jakarta," kata Bima.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar