Bima Arya Tidak Setuju Sertifikasi Jadi Syarat Nikah

  Kamis, 21 November 2019   Husnul Khatimah
Bima Arya usai menghadiri itsbat dan nikah massal bagi 44 pasangan di Balai Kota Bogor. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya tidak setuju dengan wacana calon pengantin tidak boleh menikah jika belum memiliki sertifikasi nikah.

Bima mengatakan bahwa dirinya sepakat jika sertifikasi hanya dijadikan sebagai pembekalan pra nikah namun tidak setuju jika dijadikan sebagai syarat wajib nikah.

"Saya belum pelajari lebih jauh soal wacana sertifikasi itu. Yang dites apa? Tapi menurut saya begini, kita harus paham mana wilayah privat dan mana wilayah publik. Negara itu tidak boleh terlalu jauh masuk ke wilayah privat," ujar Bima belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa menikah adalah hak seluruh manusia. Jika berdasarkan agama, hukum dan syarat lainnya telah terpenuhi maka seseorang boleh saja menggunakan haknya untuk menikah.

Menurut Bima, sertifikasi nikah yang diwacanakan dijadikan syarat bagi calon pengantin agar bisa menikah atau tidak harus dikaji terlebih dahulu.

"Kalau hanya sebatas pembekalan saya sepakat. Tapi kalau dijadikan syarat saya tidak sepakat. Pembekalan itu sepakat dan harus. Saya waktu menikah ikut di KUA, dikasih pembekalan. Tapi sertifikasi ini jangan dijadikan syarat, apalagi kalau tidak lulus, tidak boleh menikah, kayak SIM saja," kata Bima.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar