Situs Prasasti Batutulis Bakal Ditata

  Kamis, 16 Januari 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau situs Prasasti Batutulis di Bogor Selatan.

BOGOR SELATAN, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya Pemerintah Kota Bogor akan menata situs Prasasti Batutulis di Bogor Selatan.

“Kami ingin agar situs-situs yang ada di Kota Bogor mulai diperhatikan. Kita kan membangun yang baru seperti Lawang Salapan, Lawang Suryakencana, sebelumnya juga sudah ada Tugu Kujang. Tapi kita ingin agar yang sudah ada, yang menggambarkan betapa dahsyatnya sejarah Kota Bogor itu mulai kita perhatikan,” ungkap Bima.

Untuk itu, lanjut Bima, Pemkot Bogor akan melakukan penataan menyeluruh di kawasan ini, termasuk di dalamnya direncanakan akan ada Museum Pajajaran. 

“Kami amankan dulu dari segi aspek cagar budayanya, ada Perwali, ada Perda. Lalu bukan saja situs-situs purbakalanya tetapi juga bangunan-bangunannya. Sebetulnya saya sudah minta beberapa tahun yang lalu, memang kendalanya ini tidak sepenuhnya dikelola oleh kita,” jelasnya.

Sejauh ini, situs tersebut masih dikelola oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). 

“Tapi kita anggarkan tahun ini juga untuk melakukan desain. DED-nya ada di APBD, kita gambar tahun ini kita ingin juga melibatkan budayawan dan komunitas ingin seperti apa,” kata Bima.

Bima menilai kondisi Prasasti Batutulis sudah terlalu sempit. Untuk itu, ia meminta jajaran Disparbud Kota Bogor untuk melakukan komunikasi terkait penataan ini dengan pihak kementerian, budayawan, sejarawan hingga warga sekitar.

“Kalau saya melihat secara pribadi ini terlalu sempit. Kunjungannya juga terlalu sedikit. Jadi, satu bulan hanya 100 orang yang datang, padahal filosofinya luar biasa  di sini. Ini peninggalan yang luar biasa, kerajaan terbesar di nusantara. Perlu lahan parkir di sini. Perlu museum di sini. Perlu kita kumpulkan artefak yang berserak disini,” ujarnya.

Selain penataan kawasan, di tempat ini juga perlu dilakukan penelitian pengembangan, seperti misalnya bagaimana sebetulnya tata ruang ibukota Kerajaan Pajajaran di sini.

“Apakah betul di sini atau di tempat lain. Lalu bagaimana keterkaitan dengan Kebun Raya. Masih banyak jejak sejarah yang belum terungkap. Kita fokus ke sini. Kita mulai dengan menganggarkan dulu,” kata Bima.

Bahkan, jika memungkinkan Bima Arya ingin memindahkan dua sekolah yang letaknya dekat dengan Prasasti Batutulis, yakni SDN Batutulis 2 dan 3. 

“Saya malah berpikir dan merencanakan sekolah ini direlokasi ke tempat yang lebih memungkinkan, lokasinya juga di sini padat, parkirnya dan terlalu dipinggir jalan membahayakan siswa. Jadi kalau bisa direlokasi kemudian kita bangun untuk museum yang lebih besar, Museum Pajajaran bisa di sini. Tahun ini kita mulai desainnya dulu. Termasuk nanti yang dulu sempat ramai Sumur 7 kita akan komunikaskan lagi. Jadi kawasan terintegrasi menyeluruh,” jelasnya.
 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar