Wali Kota Bogor Masuk dalam Deretan 9 Kepala Daerah yang Berhasil Mengatasi Virus Corona

  Minggu, 28 Juni 2020   Andres Fatubun
Wali kota Bogor Bima Arya.

JAKARTAAYOBOGOR.COM -- Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dinilai terbaik oleh publik Indonesia dalam mengatasi corona.

Hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh New Indonesia Research & Consulting

Ganjar memuncaki opini publik dengan penilaian 23 persen, sedangkan Emil menyusul sebesar 16,8 persen. 

Berturut-turut di bawahnya 

  1. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (12,8 persen)
  2. Wali kota Surabaya Tri Rismaharini (9,3 persen)
  3. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (8,1 persen).
  4. Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (4,5 persen) 
  5. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (2,7 persen)
  6. Wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto (1,3 persen)
  7. Gubernur Banten Wahidin Halim (1,0 persen). 

Nama-nama lain tidak mencapai 1 persen, dan sisanya tidak tahu atau tidak menjawab 18,8 persen.

Direktur Eksekutif New Indonesia Research & Consulting Andreas Nuryono mengatakan secara umum, faktor kinerja dan kepemimpinan yang merakyat serta terukur menjadi kunci keberhasilan Ganjar dan Emil dalam meraih dukungan publik. 

"Sebaliknya sosok seperti Anies tertinggal karena kinerjanya dinilai kurang konkret dan terjebak dalam narasi belaka tanpa realisasi nyata di lapangan," ucapnya.

Survei New Indonesia Research & Consulting dilakukan pada 8-18 Juni 2020, dengan jumlah responden 1200 orang. 

Metode survei dilakukan melalui sambungan telepon terhadap responden survei sebelumnya yang dipilih secara acak. Margin of error survei sekitar 2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Bima Arya Orang Pertama Terkena Virus Corona di Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya menjadi orang Bogor pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ia pun harus dirawat dan diisolasi di RSUD Kota Bogor yang notabene baru diresmikan oleh dirinya pada awal tahun ini.

Selama 22 hari diisolasi, Bima Arya tak pasrah begitu saja. Perjuangan melawan Covid-19 terus ia lakukan di kasur pesakitan. Arahan demi arahan pun ia berikan kepada jajarannya di Pemkot Bogor untuk memastikan mereka siap menghadapi wabah pandemi ini.

AYO BACA : Bima Arya: "Ya Allah, Kalimat Kang Emil Seperti Petir yang Menyambar"

 Banyak hal menarik yang belum pernah Bima Arya ungkap ke publik dibalik terpaparnya dirinya.  Ia pun kemudian meluncurkan buku berjudul ‘Positif!’ di kediaman pribadinya melalui saluran daring, Sabtu (13/6/2020). Buku tersebut ditulis oleh Bima Arya selama diisolasi di RSUD Kota Bogor.

“Buku ini ditulis untuk membagikan pengalaman dan renungan. Ini bukan saja bagian dari keinginan untuk mengedukasi publik tentang Covid-19, tetapi lebih dari itu. Ini adalah bagian dari tafsir Bima Arya atas ujian yang telah dihadapi. Semoga buku ini dapat menjadi panduan bagi yang terpapar dan juga dapat memberikan kesadaran bagi semua orang untuk dapat mengikuti ketentuan yang ada agar terhindar dari Covid-19,” ungkap Bima Arya.

Dalam buku dengan tebal 148 halaman tersebut, Bima Arya bercerita tentang banyak hal seputar perjuangan melawan Covid-19. Kisah tersebut dimulai ketika Bima Arya bersama jajaran pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Senin, 2 Maret 2020 lalu.

“Pertemuan dengan Presiden berlangsung sekitar 30 menit. 15 menit pertama membahas Virus Corona, sisanya tentang Apeksi dan isu-isu politik pemerintahan lain,” tulis Bima dalam buku ‘Positif!’.

Di buku tersebut juga diceritakan aktivitas Bima Arya selama di Turki dan Azerbaijan hingga kepulangannya ke tanah air yang menghebohkan pemberitaan karena status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Suasana haru dan emosional pun turut dibagikan Bima Arya ketika ia dinyatakan positif oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Saya siapkan mental untuk hal yang terburuk. Tak lama kemudian telepon masuk. Saya lihat dari Ajudan Pak Gubernur. Jantung saya berdegup kencang. Saya angkat dan oleh ajudan disambungkan ke pak Gubernur. Tak lama kemudian terdengar suara pak Gubernur. Ya Allah walaupun sudah menyiapkan diri, tetap saja kalimat kang Emil tadi seperti petir menyambar di sore hari tadi. Saya positif Corona! Positif,” tulisnya.

“Bagian selanjutnya adalah bagian paling berat. Menyampaikan kabar ini ke Yane dan anak-anak. Yane menatap saya dengan wajah sedih yang dikuat-kuatkan. Tidak ada kata-kata yang terucap. Sambil berusaha tersenyum, tangannya terbuka dengan posisi ingin memeluk. Lima menit kemudian Yane, Kinaura dan Kenatra keluar dari kamar. Kinaura ekspresinya sendu. Kenatra matanya merah dan terus menunduk,” katanya.

“Delapan belas tahun menikah, membesarkan dua anak dengan semua suka duka nya, inilah rasanya momen paling mengoyak hati. Saya kuatkan hati, menahan tangis dan langsung menyiapkan barang seperlunya untuk dibawa ke Rumah Sakit,” kisahnya.

Banyak lagi kisah yang Bima Arya bagikan dalam buku tersebut seperti seputar pertanyaan tertular Covid di mana? Apa rasanya? Bagaimana proses sembuhnya? Minum obat apa? Makan apa saja?

“Jawabannya ada di Buku Positif! ini. Selama di Rumah Sakit, setiap hari saya tuliskan semua yang saya alami dan rasakan. Dilanjutkan ketika masa isolasi di Rumah. Juga renungan saya tentang Pandemi ini. Semua keuntungan dari hak cipta buku ini akan saya sumbangkan bagi kegiatan edukasi tentang Covid19. Semoga buku ini bermanfaat,” ujar Bima Arya.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar