Bima Arya Makin Mantap Tidak Terapkan PSBB Total

  Jumat, 11 September 2020   Husnul Khatimah
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Ayobogor.com/Husnul Khatimah)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan, pihaknya semakin yakin untuk tidak menerapkan PSBB total dan memilih melanjutkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK).

Keyakinan Bima untuk tidak menerapkan PSBB total semakin kuat setelah dirinya mengetahui hasil survei persepsi risiko Covid-19 Kota Bogor oleh Social Resilience Lab Nanyang Technological University.

"Apa yang disampaikan (hasil survei) menguatkan landasan bagi pemerintah kota untuk secara maksimal menerapkan PSBMK, tidak PSBB," kata Bima di Balai Kota Bogor, Jumat (11/9/2020).

Dia mengatakan, berdasarkan laporan survei diketahui bahwa sebagian besar warga Bogor tidak teredukasi dengan baik soal virus Covid-19. Hal ini akan dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Pemkot Bogor.

"Poin kedua secara ekonomi 90% warga terpapar secara ekonomi, jadi bisa dibayangkan ketika tidak teredukasi tidak paham dan secara ekonomi terpapar kemudian mereka kita lockdown tanpa dibantu secara ekonomi, itu gak mungkin," kata Bima.

Kemudian, kata Bima, PSBB juga membutuhkan personel yang cukup untuk terjaminnya keberlangsungan kebijakan tersebut.

"PSBB butuh anggaran bansos yang cukup baik dari APBD maupun APBN, kalau tidak jelas tidak mungkin, yang ada kita semakin menyengsarakan," katanya.

Oleh sebab itu, kedepannya dalam menangani sebaran Covid-19, Kota Bogor bakal melanjutkan kebijakan PSBMK dengan memperkuat sejumlah aturan.

"Bagi kami yang diperkuat adalah edukasi dengan libatkan dokter dan tokoh agama lebih masif. Kedua penguatan protokol kesehatan yang kooperatif melibatkan semua, rumusannyaa disampaikan senin nanti secara resmi untuk mengumumkan bagaimana konsep PSBMK ke depan," katanya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar