Tiongkok Punya Tokoh Militer Klasik dari Kalangan Muslim

  Selasa, 15 September 2020   Republika.co.id
Ilustrasi (Pixabay)

LENGKONG,AYOBOGOR.COM -- Umat Islam telah berperan dan turut memberi sumbangan penting pada peradaban Tiongkok termasuk di Bidang Militer.

Sebelum menjadi sebuah negara yang utuh, Tiongkok terdiri dari kerajaan-kerajaan dan etnis-etnis atau suku-suku. Masing-masing kerajaan tentunya harus memiliki pertahanan terhadap wilayahnya. Oleh karena itu, peran militer sangat penting bagi mereka. Serupa dengan sejarah bangsa-bangsa lain yang diwarnai dengan peperangan, tokoh-tokoh dan legenda-legenda militer pun bermunculan. Di antara nama-nama besar tokoh militer itu, ada pula nama-nama tokoh Muslim di dalamnya.

- Chang Yuchun
Chang lahir di Kota Huaiyan, Provinsi Anhui. Dia menjadi salah satu prajurit yang bergabung dalam Pemberontakan Red Turban pada 1355, yang bertujuan untuk menggulingkan kekuatan Mongol dari Dinasti Yuan. Pengalaman perang pertamanya adalah pada bulan keenam di tahun pemberontakan itu bergejolak.

Saat itu, pasukan pemberontak meraih kemenangan dan nama Chang melejit sebagai salah seseorang yang memiliki andil besar dalam pertempuran itu. Ia dipromosikan menjadi pemimpin pasukan. Sejak itu, Chang selalu berjuang di perang-perang besar melawan pesaing-pesaing Zhu Yuanzhang, seperti Chen Youliang dan Zhang Shicheng.

Peran penting Chang di setiap pertempuran memastikan Zhang menjadi penguasa Tiongkok dan membentuk Dinasti Ming. Eskpansi kekuatan militernya yang luar biasa ke arah utara Tiongkok benar-benar mampu mengakhiri kekuasaan Mongol di Tiongkok.
 
- Hu Dahai
Ia adalah salah satu jenderal yang diperhitungkan di abad XIV di Tiongkok. Jenderal yang dilahirkan di Provinsi Anhui itu juga membantu Zhu Yuanzhang untuk mendirikan Dinasti Ming. Keluarga Hu merupakan campuran antara darah Persia dan Tiongkok.

Hu memulai debut peperangannya bersama Zhu Yuanzhang saat pasukan Zhu berhasil melewati Sungai Yangtze dan menguasai sisi selatan Anhui, seluruh Zhejiang, dan beberapa wilayah sekitarnya. Ketika itu, Hu mendapatkan kepercayaan memimpin pasukan untuk mengalahkan pesaing Zhu, Yang Wanzhe. Semenjak saat itu, dia dipercaya untuk menjaga daerah Zhejiang.

Meskipun Hu tidak bisa baca tulis, dia terkenal dengan sifat rendah hatinya. Dia tidak sungkan mendapatkan saran dan pelajaran dari bawahannya. Pasukan Hu adalah yang paling disiplin. Mereka sangat patuh pada tiga aturan Hu, yaitu tidak boleh membunuh, tidak menyakiti wanita, dan tidak membakar lumbung dan rumah.

- Mu Ying
Ia adalah anak angkat dari Penguasa Dinasti Ming, Hongwu Emperor, atau Zhu Yuanzhang. Dia juga dikenal sebagai seorang jenderal yang bisa diandalkan di masa peperangan. Semasa hidupnya, Mu Ying dan keturunannya ditugaskan untuk menjaga Yunnan, sebuah provinsi yang terletak tidak jauh dari Burma dan Vietnam. Mereka tetap menjalankan tugasnya itu hingga Dinasti Ming berakhir

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar