Jangan Diabaikan, 5 Jenis Batuk Ini Harus Diwaspadai

  Jumat, 20 November 2020   Redaksi AyoBandung.Com
ilustrasi. (Pixabay)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM -- Batuk merupakan gejala umum infeksi saluran pernapasan akibat virus. Biasanya, batuk ini hilang segera setelah Anda sembuh dari infeksi.

Dilansir dari Contemporary Clinic, ini jenis batuk yang harus anda waspadai.

1. Batuk terasa di Dada

Batuk yang keluar dari dada seringkali dipicu oleh lendir yang berlebihan. Batuk jenis ini kadang disebut juga sebagai “batuk produktif” karenanya, tindakan batuk menghilangkan lendir di dada.

Jika pasien melaporkan iritasi akibat batuk, dokter dapat merekomendasikan obat batuk ekspektoran yang mengandung guaifenesin untuk membantu mengencerkan lendir batuk dengan mudah.

2. Batuk Kering dan Gatal

Batuk jenis ini terjadi ketika tenggorokan tidak menghasilkan cukup lendir, yang menyebabkan iritasi tenggorokan.

Dokter dapat merekomendasikan obat penawar rasa sakit untuk melapisi tenggorokan dan meredakan iritasi pada saluran pernapasan bagian atas. Obat penghilang rasa sakit yang dapat diterima termasuk air, lemon, madu, dan mentol.

3. Bronkitis

Batuk jenis ini menghasilkan dahak berwarna kuning keabu-abuan, dan biasanya disertai gejala seperti flu, hidung tersumbat, sakit kepala, dan kelelahan.

Pada akhirnya, pengobatan terbaik untuk bronkitis adalah istirahat dan minum cairan, yang dapat mencegah dehidrasi dan juga mengencerkan dahak. Dokter akan menghindari pemberian resep antibiotik untuk kebanyakan pasien bronchitis, karena kondisi ini biasanya disebabkan oleh virus, bukan infeksi bakteri.

4. Batuk Pasca Virus

Batuk pasca virus adalah gejala umum setelah infeksi saluran pernapasan bagian atas akibat radang tenggorokan.

Dokter akan menghindari pemberian antibiotik untuk kebanyakan pasien, karena batuk pasca-virus jarang disebabkan oleh bakteri. Sebagai gantinya, dokter dapat merekomendasikan sirup obat batuk bebas yang mengandung dekstrometorfan atau mentol untuk meredakan ketidak nyamanan.

5. Batuk Rejan atau Pertusis

Sering dianggap sebagai infeksi di masa lalu, batuk rejan muncul kembali. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, ada 30.000 hingga 40.000 kematian terkait batuk rejan di Amerika Serikat antara 2010 dan 2014.

Batuk rejan awalnya muncul dengan gejala ringan seperti pilek yang berubah menjadi episode batuk parah selama beberapa minggu. Fase batuk parah, juga menghasilkan dahak yang kental, dan kondisinya sangat menular.

Cara terbaik bagi pasien untuk melindungi diri mereka sendiri adalah dengan mendapatkan vaksinasi terhadap batuk rejan dan memastikan bahwa anak-anak mereka juga mendapatkan vaksin, karena batuk rejan sangat berbahaya bagi anak kecil. (Deni Suhendar)

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar