Seribu Puskesmas Jabar Dilatih untuk Persiapan Vaksinasi Covid-19

  Rabu, 06 Januari 2021   Nur Khansa Ranawati
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
BANDUNG, AYOBOGOR.COM -- Jelang penyuntikan vaksin Covid-19 tahap pertama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan kesiapan SDM dan logistik. Hingga saat ini, setidaknya terdapat 1.096 puskesmas di Jabar yang telah terlatih untuk melakukan penyuntikan.
 
Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, terdapat pula 27 wakil supervisor kabupaten/kota yang sudah terlatih, 67 rumah sakit umum di 27 kabupaten/kota sudah terlatih, 18 RS milik TNI, Polri, BUMN yang sudah terlatih. Serta tambahan 46 cold chain TCW 3000.
 
Sementara logistik pendukung vaksinasi Covid-19 mencakup APD set, rompi vaksinator, serta logistik alat kesehatan lainnya sedang dalam tahap distribusi ke 27 kabupaten/kota se-Jabar. Per 31 Desember 2020, seluruh daerah di Jabar dinyatakan telah memiliki Vaccine Refrigerator TCW 3000 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
 
Terkait vaksinasi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait skala prioritas penerima vaksin di Tahap I. Pasalnya, tidak seluruh masyarakat akan mendapat vaksin karena Indonesia akan menerapkan skema herd immunity.
 
"(Warga) diedukasi, kenapa tidak semua disuntik. Ilmiahnya, yang divaksin akan melindungi yang tidak (divaksin), tapi bagaimana bahasa itu bisa disampaikan kepada ibu-ibu hingga anak-anak," ungkapnya di Gedung Sate Kota Bandung, dikutip dari Ayobandung.com, Selasa (5/1/2021).
 
Selain itu, dia juga mengusulkan agar jadwal vaksinasi di Indonesia termasuk Jabar bisa dipersingkat. Caranya, dengan mengurangi durasi pemberian vaksin terhadap masing-masing individu penerima vaksin.
 
"Bisa tidak jika orang tidak perlu menunggu setelah divaksin. Pulang saja, kalau ada reaksi baru kembali lagi (ke tempat vaksinasi). Itu bisa menghemat setengah waktu. Minimal hanya 30 menit per orang. Itu akan menyelesaikan penyuntikan di jam normal tanpa lembur," usulnya.
 
Ia menilai, hal itu bisa mengantisipasi penumpukan atau kerumunan masyarakat jika kondisi puskesmas sempit. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan penambahan lokasi pemberian vaksin dengan memanfaatkan fasilitas negara.
 
"Kami sedang mengkoordinasikan kepada pemerintah pusat, karena informasi yang didapat vaksinasi ini selesai dalam 15 bulan. Menurut kami terlalu lama hingga mendekati pertengahan 2022. Bisa tidak kita simulasikan di 12 bulan bahkan di 6 bulan, itu bisa dijawab jika jumlah tempat pemberian vaksin di Jabar itu bisa dua kali lipat," jelasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar