Menteri Agama Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Bebas Unsur Babi

  Selasa, 12 Januari 2021   Aini Tartinia
Menteri Agama Sebut Vaksin Covid-19 Sinovac Bebas Unsur Babi (Kemenag)

TANGERANG, AYOJAKARTA.COM – Vaksin Covid-19 tiba lagi di tanah air. Kiriman ketiga vaksin dari Sinovac tiba di Indonesia dengan menggunakan Garuda Indonesia sekira pukul 12.30 WIB.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan vaksin Covid-19 Sinovac dipastikan halal dan suci. Sebab, vaksin Covid-19 Sinovac tidak memanfaatkan intifaq atau babi dan bahan yang tercemar babi serta turunannya.

Hal ini, kata Gus Yaqut telah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2021 tertanggal 11 Januari 2021 tentang produk vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science China dan PT Bio Farma. AYO BACA : Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Bogor Sore Ini

AYO BACA : Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Bogor Sore Ini

“Kedua tidak memanfaatkan bagian tubuh manusia atau jus minal insan. Ketiga bersentuhan dengan najis mutawasitah, sehingga dihukumi mutanajis, tetapi sudah dilakukan penyucian secara syar’i atau ta'hir syar’i,” kata Yaqut ketika hadir menjemput vaksin di Bandara Soekarno-Hatta dilihat dalam siaran pers YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (12/1/2021).

Oleh karenanya, ia meminta seluruh umat beragama untuk tidak ragu mengikuti vaksinasi Covid-19 apabila nanti gilirannya sudah tiba. Menurutnya, vaksin merupakan upaya untuk melindungi satu sama lain, yang menjadi salah satu ajaran dalam semua agama.

“Dalam kesempatan ini saya meminta kepada seluruh umat beragama yang sesuai dengan kriteria dan syarat yang ditentukan agar jangan ragu mengikuti vaksinasi Covid-19,” ucapnya.

AYO BACA : Kota Bogor Terima Mobile Uji Spesimen Covid-19 dari Menristek

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo mengatakan pemerintah merasa bersyukur akan kedatangan vaksin Covid19 tahap 3 produksi Sinovac hari ini untuk menambah jumlah vaksin yang diberikan kepada masyarakat.

\"Tentunya kita harus bersyukur karena untuk tahap 3 ini pemerintah telah mendatangkan vaksin untuk menambah jumlah vaksin yang nantinya akan diberikan ke masyarakat,\" kata Doni.

Doni melanjutkan, meski vaksin sudah datang di Indonesia, namun dalam berbagai kesempatan presiden selalu mengingatkan para menteri dan khususnya Ketua Satgas Penanganan Covid-19 bahwa dengan adanya vaksin tidak membuat semua pihak menjadi kendor disiplin protokol kesehatan.

Diketahui, kedatangan 15 juta vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku (bulk) hari ini merupakan fase ketiga. Sebelumnya, telah didatangkan 1,2 juta dosis vaksin bentuk jadi pada 6 Desember 2020 lalu, dan tahap kedua pada 31 Desember 2020 sebanyak 1,8 juta dosis.

AYO BACA : Abai Protokol Kesehatan, Puluhan Orang Dihukum Bersihkan Pasar Warakas

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar