Indonesia Catat 7.300 Kasus Baru Covid-19 (Update 21 Februari 2021)

  Minggu, 21 Februari 2021   Aini Tartinia
ilustrasi (dok)

JAKARTA, AYOBOGOR.COM -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan penambahan sebanyak 7.300 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia, Minggu (21/2/2021). Penambahan hari ini menjadikan total akumulasi konfirmasi positif di Indonesia mencapai 1.278.653 kasus.

Sebelumnya, rekor kasus tertinggi di Indonesia terjadi pada 14.518 kasus. Rekor tersebut dihasilkan dengan jumlah sampel 70.026. 

Penambahan hari ini menjadikan total sebanyak 157.088 kasus aktif dengan berkurangnya 1.109 kasus dari hari kemarin, lalu 1.078.076 total kasus sembuh dengan penambahan 8.236 kasus yang berhasil disembuhkan, serta 34.489 angka meninggal dunia dengan penambahan 173 kasus meninggal.

Untuk jumlah tes hari ini, terdapat 42.837 sampel tes yang telah dilakukan terhadap 29.309 orang. Sedangkan total orang yang telah menerima vaksin tahap pertama sebanyak 1.227.918 dan sebanyak 736.710 telah menjalani vaksinasi tahap dua.

Berikut Ayojakarta rangkum kasus harian Covid-19 secara nasional selama sepekan belakang, yang bersumber dari covid19.go.id:

15 Februari: 6.462 kasus

16 Februari: 10.029 kasus

17 Februari: 10.029 kasus

18 Februari: 9.039 kasus

19 Februari: 10.614 kasus

20 Februari: 8.054 kasus
21 Februari: 7.300 kasus

Diketahui, pemerintah memutuskan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di Jawa dan Bali hingga dua minggu ke depan.

"Perpanjangan waktu diputuskan untuk dua minggu ke depan, yaitu 23 Februari sampai dengan 8 Maret 2021," kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring, Sabtu (20/2/2021).

"Kita lihat dari tujuh provinsi, sudah seluruhnya mempersiapkan posko-posko dan kita lihat dari update yang ada sudah ada perbaikan," lanjutnya.

Dia mengatakan, PPKM dan PPKM mikro selama lima pekan belakangan ini terbukti menurunkan jumlah kasus aktif Covid-19 secara signifikan. Bahkan, tren kasus aktif di lima provinsi, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mengalami penurunan. Karena itu, PPKM mikro pun diperpanjang. 

Airlangga meminta para gubernur di tujuh provinsi di Jawa dan Bali segera menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang perpanjangan PPKM mikro. Airlangga meminta para kepala daerah memperkuat operasionalisasi pelaksanaan PPKM mikro di desa/kelurahan dengan memantau persiapan dan pelaksanaan testing, tracing, treatment (3T).

Kemudian, menyiapkan bantuan beras dan masker dan mekanisme distribusi melalui polsek/koramil. Selanjutnya, memetakan zonasi risiko di tingkat RT dan pendataan 3T melalui integrasi sistem.

"Pemerintah provinsi mengoordinasikan data pemetaan zonasi risiko tingkat RT dan data penyaluran bantuan, melaporkan berkala ke satgas pusat via satgas daerah," ujar Airlangga.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar