Dikasih Jatah Buang Sampah 700 Ton Perhari, Pemkab Bogor Ngadu ke Provinsi

  Kamis, 08 April 2021   Yogi Faisal
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor saat mengangkut sampah, di Jalan Tegar Beriman, Bogor

CIBINONG, AYOBOGOR.COM - Pembangunan Tempat Pembuangan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Lulut - Nambo dikabarkan bakal selesai dan mulai beroperasi akhir Desember 2021 ini.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Asnan, mengatakan, kabar tersebut muncul berdasarkan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dengan Pemerintah Provinsi Pemprov (Pemprov) Jawa Barat.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi soal TPPAS Nambo ini. Kalau dilihat dari rencana kegiatan Provinsi Jawa Barat, pada Desember ini TPPAS Nambo bakal mulai beroperasi," katanya, Kamis (8/4).

Jika benar TPPAS Nambo beroprasi pada Desember 2021 ini, sambung Asnan, hal tersebut tentunya menjadi kabar baik bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Sebab, jika TPPAS Nambo beroprasi, hal tersebut bakal memberikan dampak yang cukup besar, terhadap peningkatan penanganan dan pengangkutan sampah di Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, dari 2800 ton sampah yang dihasilkan masyarakat Kabupaten Bogor di setiap harinya, Pemkab Bogor hanya mampu mengangkut sampah 600 sampai 700 ton perhari.

"Kami terus melakukan komunikasi dengan provinsi kaitan ini. Kami juga mendorong, agar Nambo bisa benar-benar beroprasi pada tahun ini. Karena saat TPPAS Nambo ini bisa beroperasi, akan menambah daya angkut sampah harian kita," ujarnya.

Kendati demikian, kehadiran TPPAS Nambo yang berada diatas lahan 55 hektare ini masih membuat Pemkab Bogor gigit jari. Sebab, Kabupaten Bogor hanya kejatahan membuang sampah ke lokasi tersebut sebanyak 700 ton per harinya.

"Dalam MOU dengan provinsi jabar kita kabupaten bogor sekitar 700 ton per hari. Kita sedang upayakan minta 2000 ton per hari dan kita sudah kirim surat ke gubernur untuk penambahan kuota," tuturnya.

Permohonan Pemkab Bogor ini bukan tanpa alasan, sebab pembangunan TPPAS Nambo yang memakan waktu dua tahun ini, Pemkab Bogor ikut andil dalam pengadaan lahan seluas 15 hektare.

Sehingga dengan jumlah timbulan sampah di Kabupaten Bogor yang mencapai 2800 ton per hari, kehadiran TPPAS Nambo bisa meringankan beban timbulan sampah. Sebab, menurut Asnan, sampah yang dibuang ke TPPAS Galuga hanya 700 ton per harinya.

"Untuk timbulan sampah di Kabupaten Bogor sekitar kurang lebih 2800 ton per hari dan yang terlayani oleh DLH sekitar 700 ton per hari ke TPPAS Galuga, artinya masih ada yang belum terlayani dan diharapkan Nambo bisa menutup itu," pungkasnya. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar