Cegah Kerumunan Saat Ramadan, Polresta Bogor Kota Dirikan Enam Pos Pengawasan di Setiap Wilayah

  Selasa, 13 April 2021   Yogi Faisal
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro (Yogi Faisal/ AyoBogor)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM - Selain mengawasi tempat ibadah dan titik rawan kerumunan, dengan menerjunkan 800 personel polisi ramadan, Polresta Bogor Kota juga mendirikan posko pemantauan yang tersebar di enam wilayah di Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, enam posko pemantauan tersebut rencananya bakal didirikan berdasarkan keterwakilan wilayah, dan tingkat kerawanan potensi kerumunan.

"Jadi dioperasi kurma ini kami mendirikan enam posko pemantauan, yang tersebar di enam wilayah Kota Bogor, sesuai dengan potensi tingkat kerawanan. Ini kami siapkan untuk mencegah pelanggaran protokol kesehatan maupun gangguan Kamtibmas lainnya," katanya, Selasa 13 April 2021.

Rencananya, operasi kurma tersebut bakal terus dilakukan pihaknya hingga dua pekan kedepan. Sebelum nantinya bakal dilanjutkan dengan operasi kupat, jelang akhir ramadan nanti.

"Operesi ini kami lakukan selama dua pekan kedepan, sebelum nanti kita akan melaksanakan operasi ketupat untuk menahan masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman masing-masing. Jadi ramadan tahun ini sedari awal hingga akhir terus kami awasi," ucapnya.

Disinggung soal sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan saat ramadan, pihaknya mengaku akan menggunakan aturan Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 64 Tahun 2020 tentang sanksi administratif pelanggaran tertib kesehatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, selain mendirikan posko pemantauan Polresta Bogor Kota juga akan melakukan pengawasan terhadap tempat ibadah, area publik hingga titik yang dinilai rawan kerumunan, akan menjadi salah satu sasaran pihaknya untuk mencegah adanya pelanggaran protokol kesehatan.

"Ramadan kali ini kami mencegah euforianya. Karena tahun lalu kita masih melaksanakan PSBB dan saat ini sudah kembali kepada seperti normal. Sehingga kami mengantisipasi untuk di area publik dan juga khususnya di tempat tempat ibadah," katanya.

Untuk mengamankan dimensi kesehatan dan protokol kesehatan agar tetap berjalan, pihaknya mengaku akan menerjunkan 2/3 persen kekuatan Polresta Bogor Kota, untuk mengawasi sejumlah wilayah yang dinilai rawan kerumunan.

"Kami akan siagakan 800 personel polisi ramadan dalam operasi kurma ini. Nantinya mereka akan berpatroli ke sejumlah wilayah yang dinilai rawan tindak kejahatan atau pelanggaran protokol kesehatan. Khususnya daerah langganan ngabuburit," ucapnya.

Selain mengawasi titik rawan kerumunan dan tindak kejahatan, 800 personel polisi ramadhan tersebut juga bakal berpatroli di 850 masjid yang ada di Kota Bogor.

"Polisi Ramadan kita siapkan tentunya untuk berkolaborasi dengan 850 yang ada di Kota Bogor. Jadi petugas kami bisa berkolaborasi dengan para marbot para DKM untuk sama-sama bisa menerapkan protokol kesehatan di tempat tempat ibadah sesuai dengan instruksi kementerian agama," tuturnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar