Ratusan Lansia Antre Berjam-jam, Bima Arya Semprot Penanggungjawab Vaksin

  Jumat, 16 April 2021   Yogi Faisal
Wali Kota Bogor Bima Arya, saat melakukan sidak ke lokasi vaksinasi covid-19 di Puri Begawan, Kota Bogor.

BOGOR TIMUR, AYOBOGOR - Antrean panjang mewarnai proses vaksinasi covid-19 di Puri Begawan Kota Bogor. Bahkan, ratusan masyarakat lanjut usia (Lansia), terpaksa harus berdiri sambil mengantri lebih dari satu jam demi menjalani vaksinasi.

Pantauan ayobogor.com antrian panjang mengular mulai dari ruang pendaftaran yang berada di dalam gedung, hingga area parkir kendaraan yang berada di luar gedung.

Salah satu lansia penerima vaksin covid-19, Aminah (57) mengatakan, dirinya sudah mengantri sekitar 35 menit lebih. Ia juga mengaku tidak habis pikir, kok bisa lansia sepertinya mesti antri berlama-lama sambil berdiri.

"Bingung saya jadinya, masa sih orang tua seperti saya dan yang lainnya ini mesti berdiri sambil antri begini. Kalau 5 menit sih wajar, ini lebih dari 30 menit loh," katanya, Jumat 16 April 2021.

Lansia asal Cimanggu, Kedungbadak, Tanahsareal itu datang bersama suaminya, yang juga merupakan penerima suntikan pertama vaksin pada 19 Maret 2021 dengan sistem drive thue di GOR Padjajaran.

Aminah mengaku, dua hari lalu dirinya menerima pesan dari pihak Halodoc bahwa vaksinasi dialihkan, dari yang semula di Kompleks Gor Padjajaran ke lokasi tempat tertutup di Puri Begawan. 

"Saya juga heran kenapa Halodoc-nya pindah ke gedung. Jadi membludak," kesalnya. 

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang tiba di lokasi tersebut, langsung memanggil pihak penanggung jawab. Bima tampak geram melihat para lansia masih berdiri berbaris mengantre. 

"Ini bagaimana masa para lansia disuruh pada berdiri begini. Cari kursi, pasang di sini," kesal Bima. 

Tidak beberapa lama petugas Satpol PP, memasang kursi di luar hingga meja pendaftaran. Diduga membludaknya massa di lokasi vaksin, lantaran adanya penerima vaksin drive thrue Halodoc dan penerima vaksin massal Dinas Kesehatan.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut penyelenggara vaksinasi Halodoc tidak koordinasi sehingga terjadinya penumpukan ratusan lansia penerima vaksin dosis di Puri Begawan, Kota Bogor.

Bima yang ditemui di sela sidak mengatakan, biang terjadinya kerumunan para lansia disebabkan penyelenggara vaksin Halodoc semula dilakukan drive thrue dialihkan ke lokasi vaksinasi massal dinas kesehatan di Puri Begawan. 

"Halodoc itu dia informasi dadakan bahwa dipindah ke sini dan di sini pun disatuin semua," kesal Bima. 

Kata dia, sebetulnya kapasitas tempat vaksinasi sangat memadai dengan rata-rata 200 hingga 300 orang setiap jamnya. Hanya saja, ketika penerima vaskin yang berjumlah di atas seribu pada waktu bersamaan otomatis terjadi antrean. 

"Kapasitas (sebetulnya) bisa, tapi ga bisa bersamaan. Kalo bersamaan (1.000 orang bersamaan) akan terjadi penumpukan," papar Bima.

Bima menambahkan, sebetulnya kejadian penumpukan para lansia tidak perlu terjadi asal ada koordinasi, khususnya terkait jam atau penjadwalan penerima vaksin.

"Kita udah ingatkan. Kalo pun mau digeser, jamnya harus diatur. Ternyata jamnya tidak diatur oleh dia. Saya akan panggil ke Balai Kota semua nih kita kecewa dengan Halodoc," tutupnya.
   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar