Kasus Perundungan Anak Di Bawah Umur di Klapanunggal Berakhir Secara Kekeluargaan

  Jumat, 23 April 2021   Yogi Faisal
ilustrasi (Pixabay)

KLAPANUNGGAL, AYOBOGOR - Sebuah video bullying atau perundungan terhadap seorang anak di Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor viral di media sosial Instagram.

Dalam video tersebut, tampak seorang bocah laki-laki berusia sekitar lima tahun dilempar ke dalam kubangan air berkali-kali oleh seorang pemuda.

Pemuda yang mengenakan kaus berwarna abu-abu, melempar bocah tersebut dengan cukup keras hingga tercebur ke dalam kubangan air berkali-kali. 

Seperti yang terlihat di video yang diunggah di akun Instagram @infobogor_news, kejadian tersebut terjadi di sekitar pematang sawah. Dalam video itu, terdengar suara tertawa dari rekan-rekan pelaku ketika bocah tersebut dihempaskan berkali-kali ke dalam kubangan air.

"Belajar berenang, titah belajar renang embung sia mah. Tewak heula ikan gabus gede," ucap salah seorang pemuda dalam video dengan menggunakan bahasa sunda, sambil diselingi tawa.

Kapolres Bogor AKBP Harun menyebut aksi bully atu perundungan yang dilakukan oleh pelaku bernama Ajat Sudrajat terhadap bocah berinisial EG (10) di wilayah Klapanunggal, Kabupaten Bogor dilakukan dua kali. 

Aksi bully pelaku yang pertama terjadi pada 16 April 2021 lalu. Aksi itu dilakukan oleh Ajat ketika tengah membonceng korban EG dengan sepeda motor.

"Pertama korban saat naik motor dilihat dengan sengaja pelaku membungkukan badan sehingga korban tidak mendapatkan tempat di motor sehingga terjatuh," katanya Jumat 23 April 2021.

Aksi kedua, terjadi pada 20 April 2021 sekira pukul 16.30 WIB. Dimana, pelaku dengan sengaja melempar korban ke dalam kubangan air sebanyak 2 kali.

"Dari kejadian tersebut kita melaksanakan penyelidikan perkara ini. Kita amankan pelaku dan kita minta klarifikasi aksi pelemparan tersebut dan pelaku mengakui," ucapnya.

Setelah itu, polisi bersama perangkat desa setempat melakukan mediasi terhadap pihak pelaku dan pihak korban. Telah disepakati bahwa kedua belah pihak menyelesaikan perkara dengan kekeluargaan.

"Pihak korban keluarga tidak menuntut, memaklumi kejadian itu. Itu merupakan candaan dari pelaku kepada EG karena hampir setiap hari bermain dengan ES dan bercanda. Jadi kedua belah pihak sepakat berdamai dan menempuh jalur kekeluargaan," tutupnya.

Dari kejadian ini, Harun meminta masyarakat untuk tidak bercanda secara berlebihan, terutama dengan anak-anak. Apalagi, kejadian itu direkam dan diunggah ke dalam media sosial.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar