Hari Buku Sedunia: Minat Baca Warga Bogor Meningkat Selama Pandemi Covid-19

  Jumat, 23 April 2021   Yogi Faisal
Salah seorang pengunjung saat membaca buku di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor (Yogi Faisal)

CIBINONG, AYOBOGOR - Selain mempengaruhi sektor ekonomi dan sosial masyarakat, pandemi covid-19 juga memberikan dampak yang cukup serius terhadap minat baca masyarakat untuk datang ke perpustakaan daerah. Terlebih pada momen hari buku sedunia yang jatuh pada hari ini.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Bogor Tati Mariati, mengatakan, berdasarkan data kunjungan yang ada pada pihaknya, sejak pandemi covid-19 jumlah kunjungan masyarakat untuk datang ke perpustakaan daerah menurun tajam jika banding sebelum covid-19.

"Sebelum pandemi covid-19, masyarakat yang datang ke perpustakaan daerah setiap hari itu ada sekitar 75 orang. Kalau saat pandemi hanya berkisar 10 orang perhari. Artinya turun sekitar 80 persen," katanya kepada ayobogor.com Jumat 23 April 2021.

Meski angka kunjungan masyarakat ke perpustakaan daerah mengalami penurunan yang sangat tajam, namun angka kunjungan masyarakat ke perpustakaan digital mengalami peningkatan. Hal tersebut lantaran di masa pandemi covid-19, para pelajar melakukan pembelajaran secara daring.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya yang bersumber dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor, indeks membaca Kabupaten Bogor pada 2019 berkisar di angka 52,96. Sementara pada 2020, angka tersebut mengalami peningkatan menjadi 60,97.

"Kunjungan langsung ke perpustakaan memang turun,ntetapi masyarakat beralih melalui perpustakaan digital dan gadget. Hal ini juga disebabkan karena pelajar fokus pada pembelajaran daring. Sehingga walaupun pengunjung perpustakaan konvensional turun tapi kebiasaan membaca naik," ucapnya.

Sekedar diketahui, Perpustakaan Daerah yang berlokasi di Jalan Bersih No.5, Kecamatan Cibinong itu terdiri dari tiga lantai. Di lantai satu, disediakan bacaan untuk anak-anak dan remaja. Lalu di lantai dua asa tempat buku-buku umum dan di lantai tiga disiapkan untuk gudang buku.

Tati menjelaskan di perpustakaan daerah, pihaknya memiliki 13 ribu judul buku dengan 35 ribu eksemplar buku yang bisa dibaca masyarakat. Tati mengungkapkan selama ini sumbangan buku terus mengalir dari masyarakat yang ingin membantu mencerdaskan anak bangsa dan juga berbagai ilmu dari sebuah buku.

 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar