Program Rantang Siswa Berpotensi Bikin Murid Jadi Riya, Disdik Kota Bogor Enggan Berkomentar

  Minggu, 25 April 2021   Yogi Faisal
Ilustrasi (Pixabay)

BOGOR UTARA, AYOBOGOR - Program rantang siswa yang digagas oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, menuai kritikan pedas dari sejumlah wali murid.

Meski bertujuan baik untuk membantu sesama, namun nyatanya program tersebut dinilai berpotensi mengajarkan peserta didik untuk ria.

Salah satu orang tua siswa, Kelik Widiartono mengatakan, secara umum tujuan dari program tersebut sangat baik. Di mana para pelajar di haruskan memberikan makanan kepada tetangga yang kurang mampu.

Namun sangat disayangkan, saat peserta didik sudah memberikan makanan dalam bentuk rantang ke warga yang kurang mampu, mereka diwajibkan membuat laporan, berupa foto yang diunggah ke akun media sosial masing-masing dengan hashtag #rantangsiswa.

"Niat dari programnya bagus, tapi yang jadi masalah kenapa harus diunggah ke media sosial. Ini kan secara tidak langsung berpotensi ke riya. Kalau mau berbuat baik silahkan, tapi kurang etis rasanya kalau harus diumbar di media sosial," katanya, kepada ayobogor.com Minggu 25 April 2021.

Pria yang akrab disapa Kelik ini menilai, mekanisme pelaporan dari program rantang siswa tersebut dinilai kurang elok. Seyogyanya pihak-pihak terkait bisa lebih memikirkan kembali, cara terbaik untuk menentukan mekanisme pelaporan.

"Masih banyak cara lain untuk pelaporannya. Misalnya dikumpulkan di grup WhatsApp kelas atau grup penugasan. Kan masih banyak cara yang lebih baik lagi, dari pada harus diunggah di media sosial," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi pun mengaku tidak bisa menanggapi terkait protes yang dilayangkan oleh orang tua siswa. 

Sebab, program ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. "Itu program dari Gubernur, saya gabisa ngejawab secara utuh, kita melaksanakan saja," singkatnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar