Wandik: Sekolah Tatap Muka Bogor Hanya untuk Materi Penting, Selebihnya Daring

  Rabu, 28 April 2021   Yogi Faisal
Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor, Deddy D Karyadi (Yogi Faisal)

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR - Ketua Dewan Pendidikan (Wandik) Kota Bogor, Deddy D. Karyadi angkat suara, soal Rleencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan segera melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat ini.

Deddy mengatakan, untuk menggelar PTM di sekolah, ada empat faktor yang mesti dipenuhi oleh setiap sekolah. 

Pertama, setiap sekolah yang hendak mengajukan izin PTM harus masuk dalam kategori siap. Baik dari segi sarana dan prasarana protokol kesehatan, hingga persyaratan lainnya.

Kedua, sarana dan prasarana protokol kesehatan harus benar-benar dipastikan dan bisa digunakan. 

"Ketiga izin dari orang tua dan komite, keempat izin dari pemerintah daerah. Jadi ini harus dipenuhi demi memutus potensi penyebaran covid-19," katanya, Rabu 28 April 2021.

Selain empat faktor tersebut, pihak sekolah juga mesti benar-benar memastikan, jika peserta didik yang menjalani PTM di sekolah langsung kembali ke rumah.

"Anak-anak juga diharuskan langsung pulang ke rumah setelah dari sekolah, ini semua demi menjaga. Karena kami tidak mau ada istilah kluster sekolah," ucapnya.

Deddy juga meminta kepada sekolah-sekolah yang menggelar PTM untuk memprioritaskan mata pelajaran yang penting bagi peserta didik. Sementara mata pelajaran yang tidak terlalu penting, bisa dilakukan secara daring.

"Kalau SMK fokus ke prakteknya, kalau jurusan IPA fokus pelajaran IPA. Begitupun dengan IPS. Jadi materi yang diberikan di sekolah dengan PTM diusahakan materi yang penting-penting saja," tutupnya.

Sekedar diketahui, pada uji coba PTM nanti setidaknya ada 109 sekolah yang akan ikut ambil bagian dalam masa uji coba PTM. 109 sekolah tersebut setidaknya sudah lolos verifikasi protokol kesehatan dari petugas.

"Uji coba nanti akan diikuti oleh 37 SMP, yang terdiri dari 20 SMP Negeri, 17 SMP Swasta. Untuk SD kami bagi setiap kecamatan. Jadi setiap kecamatan 6 SD Negeri dan 6 SD Swasta," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar