Selama Ramadan 19 Pengedar Narkoba Dibekuk Polres Bogor

  Kamis, 29 April 2021   Yogi Faisal
​Jajaran Polres Bogor saat menggelar konferensi pers di Mako Polres Bogor/ Yogi Faisal

CIBINONG, AYOBOGOR - Jajaran Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil mengamankan 19 tersangka dari 17 kasus narkoba yang terjadi di Kabupaten Bogor selama dua pekan ramadan.

"Para pelaku ini kami ringkus dalam operasi dua pekan ramadan. Totalnya ada 19 tersangka dari 17 kasus," kata Kapolres Bogor AKBP Harun, Kamis 29 April 2021.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sabu-sabu seberat 126,66 gram, ganja 12,01 gram, 4,00 gram tembakau sintetis, hingga 1874 butir obat jenis double G.

"Saat ini petugas sedang melakukan pendalaman, dari mana para pengedar ini mendapatkan barang haram tersebut. Ini semua sedang kami kembangkan," ujarnya.

Kepala Satuan Narkoba Polres Bogor AKP Eka Chandra mengatakan, dari 19 tersangka tersebut, ada salah satu pengedar yang menggunakan Facebook sebagai media penjualan barang haramnya.

Ialah Almaudy Rames Avirsa. Pria yang berprofesi sebagai penjual pakaian tersebut menggunakan akun Facebook atas nama 'Jole Surwanti' sebagai media penjualan narkoba.

"Pelaku ini menjual sabu dan ganja lewat Facebook. Jadi kalau mau pesan ada sandi dan istilah khusus. Yaitu 'Kue S'. Kalau ada yang tulis Kue S, pasti tandanya mau pesan narkoba," ujarnya.

Selain melakukan pemesanan melalui Facebook, pelaku berusia 27 tersebut juga menggunakan berbagai cara dalam melakukan pendistribusian dan pengiriman barang haram tersebut.

"Untuk mengelabuhi petugas, pelaku mengirim narkoba dengan cara dimasukkan ke dalam barang elektronik. Lalu dikirim menggunakan jasa pengiriman barang. Tapi terkadang pelaku juga menggunakan sistem tempel," bebernya.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dikenakan sanksi berbeda-beda, sesuai dengan perannya.

"Pasal untuk pengedar dan memiliki barang lebih dari 5 gram, kita kenakan Pasal 441 Ayat 2 atau 112 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun, atau denda minimal Rp1miliar maksimal Rp10miliar," bebernya.

"Sementara untuk pemakai kita kenakan Pasal 114 Ayat 1 atau Pasal 112 Ayat 1 dengan ancaman hukuman 4 tahun maksimal 12 tahun penjara atau denda Rp800 juta maksimal Rp8miliar," tutupnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar