Nekat Mudik Lebaran, 8 Kendaraan Travel Nakal Diamankan Petugas di Bogor

  Kamis, 06 Mei 2021   Yogi Faisal
Forkopimda Kabupaten Bogor saat melihat kondisi mobil travel gelap yang berhasil diamankan petugas di Mako Polres Bogor / Yogi Faisal

CIBINONG, AYOJAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama jajaran Polres Bogor berhasil mengamankan delapan kendaraan roda empat milik travel gelap yang nekat membawa penumpang untuk mudik ke daerah Ciamis dan Cilacap.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, delapan kendaraan roda empat yang diamankan petugas ini terdiri dari 6 kendaraan pribadi dan 2 lainnya bus berukuran 3/4.

"Semua kendaaraannya langsung diamankan petugas kepolisian, sementara pemilik kendaraannya sedang dilakukan pemeriksaan oleh petugas," katanya, Rabu 5 Mei 2021.

Harun mengatakan, 8 kendaraan tersebut diberhentikan petugas di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor. Mereka diberhentikan petugas lantaran sejumlah kejanggalan. Mulai dari ketidak sesuaian trayek dengan tujuan, hingga sejumlah kejanggalan lainnya. 

"Trayeknya Cianjur, tapi mereka membawa penumpang ke Ciamis dan Cilacap. Makanya diberhentikan oleh petugas kita di lapangan di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor," ucapnya.

Dalam melancarkan aksinya, travel gelap ini melakukan promosinya di sejumlah media sosial seperti Facebook, untuk menarik calon pemudik. 

"Saat udah ada yang booking dan melakukan pembayaran, pihak travel langsung menjemput calon penumpang di lokasi dan waktu yang ditentukan," tuturnya.

Untuk satu kali perjalanan, para penumpang diharuskan membayar biaya perjalanan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta rupiah, sesuai dengan jarak tujuan yang hendak dituju.

"Pemilik kendaraan dan pihak travel gelap sedang kami periksa. Sementara puluhan penumpang, kami arahkan untuk kembali ke kediamannya masing-masing dan kami minta mereka untuk tidak mudik dahulu di tahun ini," ujarnya. 

Atas perbuatannya itu, pihak travel gelap dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan.

Bupati Bogor Ade Yasin meminta kepada masyarakat agar tidak dahulu melakukan mudik lebaran pada tahun ini. Ia juga ingin agar kejadian ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, agar dpaat menahan diri untuk tidak dahulu melakukan mudik lebaran.

"Tolong ditahan dulu niat mudiknya. Ini semua demi menekan potensi penyebaran covid-19, sekaligus untuk menjaga sanak saudara dan keluarga di kampung agar tidak terpapar covid-19," kata dia. 

 

 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar